Wanita Ini Bertunangan dengan Barang Antik

Oleh Benedikta Desideria pada 07 Des 2017, 19:30 WIB
Ilustrasi cincin kawin

Liputan6.com, Jakarta Seorang wanita cantik asal Inggris bernama Amanda Liberty memilih bertunangan dengan barang antik. Wanita 33 tahun ini memilih dalam waktu dekat menikah dengan tempat lilin berusia 90 tahun yang baru dibelinya.

Amanda tak merasa ada halangan bertunangan dengan barang antik yang diberi nama Lumiere itu. "Saat pertama kali melihat Lumiere di eBay, saya tahu bahwa dia untuk saya. Ini seperti cinta pada pandangan pertama," katanya mengutip laman NYPost, Kamis (7/11/2017).

Amanda jatuh cinta pada sebuah tempat lilin. Dia sudah bertunangan dengan benda antik bernama Lumiere itu. (Foto: NY Post)

Sejak saat itu pikirannya tak bisa lepas dari Lumiere. Dia merasa harus segera mendapatkan barang yang saat itu sedang di Jerman."Saya tidak bisa berhenti memikirkannya dan betapa indahnya dia. Dia seperti memilih bentuk yang indah dan saya merasa begitu penuh energi ketika melihatnya," kata Amanda lagi.

Setelah berhasil membeli barang antik itu, Amanda segera melamar Lumiere. Tepatnya pada 14 Februari tahun ini.

"Hari Valentine lalu, saya melamarnya agar cinta kami bisa selamanya. Selama ini saya belum pernah bertunangan, jadi itu hal baru dan membuat semangat," katanya lagi.

Dia pun merasa koleksi tempat lilin lainnya tidak cemburu. Sehingga dia makin yakin bakal bersama terus dengan barang antik bernama Lumiere itu. "Contohnya, saya cium dan peluk Lumiere, tapi tidur dengan Jewel," katanya.

 

Saksikan juga video menarik berikut:

 

1 of 2

Apa yang terjadi pada Amanda?

Amanda jatuh cinta pada sebuah tempat lilin. Dia sudah bertunangan dengan benda antik bernama Lumiere itu. (Foto: NY Post)
Amanda jatuh cinta pada sebuah tempat lilin. Dia sudah bertunangan dengan benda antik bernama Lumiere itu. (Foto: NY Post)

Banyak orang heran dengan apa yang dilakukan Amanda. Rupanya dia merupakan salah satu orang dengan kondisi objectum sexual. Suatu kondisi ketika seseorang tertarik secara seksual pada benda mati.

Seperti mengutip laman Psychology Today, orang dengan kondisi tersebut jarang atau tidak pernah berhubungan seksual dengan manusia. Lalu, mereka melihat sebuah barang atau benda sebagai pasangan yang setara. Bahkan, ada orang yang meyakini barang tersebut merespons rasa cinta atau sayangnya.

Seorang seksolog klinis Amy Marsh dalam Internet Journal of Human Sexuality pernah membahas hal ini. Dia pernah melakukan riset terhadap 40 orang seperti Amanda. Hasilnya, Marsch tidak melihat adanya trauma kecil menjadi salah satu faktor orang menjadi objectum sexual.

 

Lanjutkan Membaca ↓