Kedai Kopi Ini Jual Hampir Seribu Gelas Sehari

Oleh Benedikta Desideria pada 19 Mei 2017, 14:30 WIB
Toko Kopi Tuku

Liputan6.com, Jakarta Gerai kopi kini menjamur di berbagai sudut kota, terlebih di Jakarta. Salah satu yang sedang digandrungi adalah Kopi Tuku yang kini sudah memiliki beberapa cabang.

Dalam sehari, di salah satu cabang Kopi Tuku, tepatnya di Pasar Santa, Jakarta Selatan misalnya, mampu menjual ratusan cup kopi. "Ya kira-kira lebih dari 800-an cup lah," jawab salah satu karyawan, Ryan, ketika Liputan6.com bertandang ke kedai kopi tersebut.

Ada beragam menu kopi, baik panas dan dingin, tersedia di kedai Kopi Tuku. Namanya pun unik, mulai dari Kopi Hitam Tetangga, Kopi Susu Tetangga, Es Kopi Hitam Tetangga, Es Kopi Susu Tetangga. Juga ada Peppermint Mocha dan Caramel Machiato. Rentang harga minuman tersebut berkisar dari Rp18.000 hingga Rp34.000. 

Ini salah satu kopi yang sedang digemari masyarakat ibu kota.

Camilan juga ada. Mulai dari onigiri, carrot cake, banana cake, hingga tahu scotel. Rentang harga dari Rp5.000 hingga Rp15.000.

Kopi racikan kedai ini tampaknya begitu diminati masyarakat. Saat Health-Liputan6.com menyambangi gerai kopi pada Jumat, 19 Mei 2017, sekitar pukul 10.00 saja tampak antrean sudah panjang. Sekitar 50-an pengemudi ojek online mengantre untuk pesanan pelanggannya. 

Namun ada juga pembeli yang langsung membeli. Bedanya, lajur pembeli langsung berbeda dengan antrean pengemudi ojek online.

Tak dipungkiri media sosial turut berperan mendatangkan pelanggan baru bagi kedai ini. Stefani (24) contohnya, dia baru pertama kali menjajal kopi ini. Efek media sosial yang membawanya datang ke gerai Kopi Tuku.

"Aku sering lihat food blogger nyoba kopi ini. Terus beberapa temanku juga minum. Ya udah, kebetulan pas ke area sini aku coba," tutur Stefani sambil menunggu pesanan jadi.

Tak berapa lama kopi pesanannya, Es Kopi Susu Tetangga dan Es Long Black, jadi. Segera dia menjajal Es Kopi Susu Tetangga.

"Enak. Enak, kok. Ini aku langsung habis," tuturnya memperlihatkan cup-nya yang tinggal tersisa potongan es saja.

"Enggak terlalu manis, pas lah. Terasa gula merahnya. Kopinya terasa, tapi susunya yang paling terasa," papar wanita asal Jakarta Pusat ini.

Penasaran dengan kopi lainnya, Stefani kembali memesan menu minuman lain. Kali ini Ice Pepermint Mocha untuk dibawanya pulang.

Ketika hari makin siang pembeli biasa pun berdatangan. Dan antrean ojek online pun masih mengular panjang di depan gerai kopi yang terletak di sisi belakang Pasar Santa ini.