6 Mitos Hipertensi yang Harus Dihilangkan

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 17 Mei 2017, 12:30 WIB
Hipertensi

Liputan6.com, Jakarta Hipertensi (tekanan darah tinggi) termasuk salah satu penyakit yang menghantui miliaran orang di dunia. Berbagai penelitian dan cara penyembuhan, seperti diet, sudah banyak diungkapkan.

Namun, ada mitos hipertensi yang masih dipercayai dan harus dihilangkan, ditulis dari The Mice Times Asia, Rabu (17/5/2017).

Mitos #1 Hipertensi merupakan penyakit orangtua.

Pernyataan ini tidak benar. Hipertensi makin banyak dialami orang muda setiap tahunnya. Faktor yang menjadi penyebab adalah meningkatnya akses masyarakat terhadap makanan daging dan makanan kaya lemak.

Aktivitas fisik yang berkurang juga menjadi faktor terjadinya hipertensi.

Tak ayal, hipertensi menyerang orang yang jauh lebih muda. Bahkan orang berusia 30 tahun sudah ada yang didiagnosis terkena hipertensi.

Sayangnya, pasien muda menganggap hipertensi tidak perlu diobati. Akibatnya, makin banyak orang mudah menderita hipertensi yang berujung gagal jantung.

Mitos #2 Hipertensi bukan penyakit mematikan dan umumnya dialami hampir semua orang.

Ini tidak benar. Kenaikan tekanan darah dalam jangka waktu panjang dan terus-menerus menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan organ vital, terutama jantung, otak, dan ginjal.

Efek yang umum terjadi akibat hipertensi adalah stroke, penyakit ginjal, dan serangan jantung.

1 of 3

Mitos 3

Mitos #3 Gejala utama tekanan darah tinggi adalah pusing, mata merah, dan mual.

Faktanya, gejala pertama hipertensi berupa kesehatan yang buruk, tubuh menjadi lemah. Sementara itu, gejala pusing, mata merah, dan mual bukanlah gejala awal hipertensi, melainkan gejala hipertensi yang sudah menyebar dan parah.

Mitos #4 Obat-obatan bisa menangani hipertensi.

Obat-obatan memang memberikan efek untuk mengobati atau mengurangi penyakit. Namun, dalam kasus hipertensi pun, Anda juga harus mengubah gaya hidup, meningkatkan aktivitas fisik, dan membatasi diri Anda makan makanan tertentu.

2 of 3

Mitos 5

Mitos #5 Penggunaan obat hipertensi hanya perlu dilakukan bila tekanan darah meningkat.

Faktanya, tekanan darah yang meningkat tidak akan hilang. Tapi ada obat yang bisa mengurangi tekanan darah bernama beta blocker.

Mitos #6 Penggunaan obat tradisional untuk hipertensi.

Obat tradisional menggunakan bawang putih dianggap mampu melancarkan pembuluh darah. Hal ini bisa menenangkan sistem saraf, tapi tidak berpengaruh efektif pada tekanan darah.

Lanjutkan Membaca ↓