Ini Dia Hubungan Diabetes dengan Kesehatan Rongga Mulut!

Oleh Liputan6 pada 15 Apr 2016, 00:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta

Diabetes melitus/ kencing manis adalah kondisi dimana kandungan glukosa dalam darah meningkat karena produksi insulin yang abnormal, baik berupa penurunan produksi insulin maupun tidak mampunya tubuh memproduksi insulin. Insulin adalah hormon yang memindahkan glukosa dalam darah ke dalam sel atau jaringan tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi. Diabetes dapat terjadi karena faktor keturunan, obesitas, bahkan ada pula diabetes yang hanya diderita saat masa kehamilan.

Ada 3 gejala khas yang dialami penderita diabetes yaitu mudah lapar, mudah haus, dan produksi air kencing yang banyak. Buruknya kebersihan dan kesehatan rongga mulut dapat menandakan seseorang mengalami penyakit sistemik, salah satunya diabetes melitus.

Diabetes sangat berkaitan erat dengan penyakit atau kerusakan jaringan penyangga/penyokong gigi yang secara medis disebut jaringan periodontal, yaitu kerusakan jaringan pendukung gigi yaitu gusi dan di sekitar gigi dan gusi.

Bila seorang pasien mengalami respon perbaikan yang sangat lemah/lambat setelah tindakan perawatan pada jaringan periodontal, seperti pembersihan karang gigi (scaling), kuret, dan perawatan lainnya, maka pasien tersebut sebaiknya dikonsulkan ke dokter untuk diperiksa apakah pasien tersebut mengalami penyakit sistemik, dalam hal ini diabetes.

Sulitnya proses penyembuhan luka memang terjadi pada penderita diabetes termasuk penyembuhan setelah perawatan jaringan periodontal. Rentannya infeksi bakteri di rongga mulut pada penderita diabetes tak lepas dari tingginya tingkat glukosa dalam darah.

Seperti yang kita ketahui bahwa bakteri memfermentasi gula sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak pada seseorang dengan penyakit diabetes. Kondisi rongga mulut lainnya yang dapat menjadi indikator seseorang mengalami diabetes adalah:

1. Burning mouth syndrome atau sindrom terasanya sensasi terbakar pada rongga mulut. Seorang penderita diabetes secara konsisten atau terus-menerus merasa mulutnya terbakar, tak peduli apapun yang dia makan atau dia minum. Selain itu pasien juga merasakan sensasi pahit/ rasa metal/ besi pada mulutnya. Dan tak jarang juga napas seorang penderita diabetes bau keton.

2. Thrush adalah infeksi jamur pada rongga mulut. Penampakannya dapat berupa lapisan berwarna putih/ kekuningan yang sering ditemukan pada lidah, pipi bagian dalam, atau pun langit-langit.

Jamur ini sebenarnya memang terdapat dalam ekosistem rongga mulut yang normal, namun karena kondisi diabetes yang dialami, membuat tubuh tidak dapat mengontrol perkembangbiakan jamur tersebut, sehingga perkembangbiakannya menjadi berlebihan.

3. Dry mouth syndrome atau sindrom mulut kering atau dikenal juga dengan istilah xerostomia. Ketika tubuh kita tidak dapat memproduksi air liur yang cukup, maka sindrom ini akan terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya tingkat glukosa pada air liur, sedangkan pasien diabetes memiliki peningkatan kadar glukosa bukan saja pada darah melainkan juga pada air liur. Salah satu efeknya adalah meningkatnya risiko karies pada gigi.

Yang harus dilakukan oleh seorang penderita diabetes untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya adalah:

1. Berobat/ kontrol ke dokter spesialis penyakit dalam terutama untuk mendapatkan kadar gula darah yang selalu terkontrol yang otomatis akan mempengaruhi keadaan rongga mulut.

2. Mengkonsumsi diet yang tinggi kadar serat yang sangat baik untuk mempertahankan kadar gula darah normal dan membantu merangsang produksi air liur yang sangat baik untuk mendapatkan efek self cleansing di rongga mulut.

3. Tetap menjaga kebersihan rongga mulut dengan menyikat gigi paling tidak 2 kali sehari (setelah sarapan dan tepat sebelum tidur malam) dan berkumur dengan mouthwash (yang tidak mengandung alkohol) setelah menyikat gigi, serta rajin minum air putih.

4. Rutin pergi ke dokter gigi untuk memeriksakan gigi agar dapat diberikan prosedur pencegahan dan perawatan gigi yang diperlukan.

 

Powered by :