Siti Saripah Lahirkan 4 Bayi Kembar

Oleh Raden AMP pada 04 Jun 2014, 14:05 WIB

Liputan6.com, Pontianak Siti Saripah tak menyangka akan melahirkan bayi kembar empat yakni seorang perempuan dan tiga laki-laki. Perasaan bahagia terpancar di wajah perempuan berusia 23 tahun ini menyambut anak-anak pertamanya.

Saat ditemui Tim Liputan6.com, Siti tertunduk lesu duduk di sebuah kasur di ruangan penginapan rumah sakit umum daerah (RSUD) Dokter Soedarso Pontianak. Ia datang jauh dari Kabupaten Sintang ditemani suami tercintanya Teguh Martono (25) beserta keluarga besarnya.

"Sekarang agak baikan. Pertamanya nggak menyangka lahir anaknya empat. Dari awal USG, baik-baik aja. Nggak ada gejala apa-apa,” ujarnya ketika ditemui di RSUD dr Soedarso Pontianak seperti ditulis Rabu (4/6 2014).

Ia mengaku, sebelum melahirkan baik-baik aja. "Lahir caesar. Hanya usia kandungan 8 bulan aja langsung melahirkan,” katanya menunjukkan rasa bingung.

Siti menceritakan pada masa kehamilan, ia merasa ada keganjilan. "Berat sekali saat masa kehamilan. Duduk pun susah. Apalagi pas usia kehamilan 8 bulan, jalan pun tak bisa,” ucapnya.

Teguh, suami Siti mengatakan, setelah istri tercintanya melahirkan mengalami gejala sakit komplikasi. "Istri saya sakitnya kompliksi setelah melahirkan anak berjumlah empat ini. Saya ini baru dikaruniai anak langsung dikasih empat. Biaya persalinan ini memakai biaya BPJS kesehatan. Transfusi darah habus 8 kantong,” ujarnya.

Saat ini, Teguh merasa senang dengan anaknya yang kembar empat itu. Namun, ia merasa sedih karena anak ke empatnya meninggal dunia. "Pas melahirkan, anak ke empat langsung meninggal dunia. Yang tiga dalam keadaan baik," jelasnya.

Menurut, Kepala Ruang Rawat Inap Perinatologi RSUD dr Soedarso Pontianak, Elsa Wahyu Kartika SKM, pasien bernama Siti Saripah itu melahirkan dengan cara operasi caesar. "Dilakukan caesar oleh dokter. Ini pasien rujukan RSUD Sintang. Ternyata keadaan kesehatan ibunya menurun,” kata dia.

"Ya sekarang dirawat di sini. Kita berharap ibunya aktif memberi ASI untuk bayinya karena ASI lah yg terbaik bagi bayinya ini," kata dr Elsa.

Saat melahirkan, bayi pertama memiliki berat badan 1.100 gram dengan panjang 39 cm dengan jenis kelamin laki-laki. Bayi ini dinamai Rasya Abid Pradipta Pranjaya. Anak kedua berbobot 1.200 gram, panjang 40 cm laki-laki bernama Rifki Abid Pradipta Pranjaya. Anak ketiga bobot  1.100 gram, panjang 39 cm, jenis  kelamin perempuan bernama Raura Aldila Salsabila. Anak keempat berat badan 6 ons bernama Muhammad Nur.

"Keadaannya sehat. Kalau yang dua laki-laki masih pakai oksigen. Yang meninggal itu laki berat badannya 6 ons aja. Meninggal karena faktor berat badannya kecil," ujar Elsa Wahyu Kartika.