Polisi Israel: Ada Cukup Bukti untuk Menuntut Netanyahu Terkait Korupsi

Oleh Citra Dewi pada 14 Feb 2018, 10:03 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu

Liputan6.com, Tel Aviv - Kepolisian Israel merekomendasikan agar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu didakwa terkait kasus korupsi dan penyuapan.

Menurut pernyataan polisi, terdapat cukup bukti untuk mendakwa Netanyahu karena kasus penyuapan, penggelapan, dan mencederai kepercayaan, dalam dua kasus terpisah.

Berbicara di televisi, Netanyahu mengatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan ia akan tetap melanjutkan jabatannya sebagai perdana menteri. "Tuduhan itu tidak akan berakhir dengan apa-apa," imbuh dia.

Dikutip dari BBC, Rabu (14/2/2018), satu kasus berpusat pada tuduhan bahwa Netanyahu meminta penerbit sebuah surat kabar Israel, Yediot Aharonot, untuk memuat tulisan bernada positif tentang dirinya. Sebagai imbalan, Netanyahu menahan publikasi surat kabar saingan.

Polisi mengatakan, editor Yediot Aharonot, Arnon Mozes, juga harus menghadapi dakwaan.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 of 3

Tuduhan Lainnya

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (AP)

Tuduhan kedua berpusat pada klaim bahwa PM Israel sejak 2009 itu, menerima hadiah setidaknya senilai US$ 283.000 atau sekitar Rp 3,86 miliar dari taipan Hollywood, Arnon Milchan.

Jerusalem Post mengatakan, hadiah yang di dalamnya termasuk sampanye dan cerutu itu dimaksudkan agar Milchan mudah untuk mendapatkan visa Amerika Serikat.

Produser film kenamaan Hollywood, seperti Fight Club, Gone Girl, dan The Revenant itu pun harus menghadapi tuduhan suap.

Polisi mengatakan, Netanyahu juga diduga melakukan penggelapan dan melanggar kepercayaan terhadap kasus yang melibatkan miliarder Australia, James Packer.

Channel 10 Israel melaporkan bahwa pada Desember 2017, Packer, memberi tahu pihak penyidik bahwa dirinya memberi hadiah kepada Netanyahu dan istrinya Sara.

2 of 3

Respons Netanyahu

PM Israel Benjamin Netanyahu dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini
PM Israel Benjamin Netanyahu dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini (AP Photo/Virginia Mayo)

"Diserang" dengan sejumlah tuduhan buruk yang dialamatkan kepadanya, Netanyahu pun merespons.

"Selama bertahun-tahun, saya dijadikan subjek sedikitnya 15 penyelidikan," ujar Netanyahu dalam pidato yang disiarkan di televisi.

"Beberapa di antaranya berakhir dengan rekomendasi polisi yang menghebohkan seperti malam ini. Semua usaha itu tidak menghasilkan apa-apa, dan kali ini mereka tidak akan menghasilkan apa-apa," imbuh dia.

Pria berusia 68 tahun itu telah menjabat sebagai perdana menteri selama 12 tahun.

Selama bertugas, ia beberapa kali menghadapi sejumlah tuduhan. Ia dan Sara pernah menghadapi tuduhan pelanggaran karena telah menyimpan hadiah resmi yang seharusnya diberikan kepada negara. Namun, tuduhan itu akhirnya dicabut.

Lanjutkan Membaca ↓
Herman SetiawanHerman Setiawan

klu soal gratifikasi, KKN, muka tembok, netanyahu hrs blajar dr Indo.