7 Misteri Gunung Api di Dunia, Termasuk Rahasia Danau Toba

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 12 Jan 2018, 17:30 WIB
Pergeseran kutub (6)

Liputan6.com, Jakarta - Gunung berapi bukan sekadar struktur alam yang menjadi jalan keluarnya lava dari perut magma, melainkan juga sebagai fitur geologi yang mampu mengubah peta kehidupan di Bumi.

Lebih dari itu, gunung berapi juga kerap menjadi penanda akan sebuah sejarah, baik itu sejarah alam semesta ataupun sejarah kehidupan manusia. Dari sini, ilmu pengetahuan dapat dicari tidak hanya terpusat pada gunung berapi, tapi juga berbagai lingkungan di sekitarnya.

Berikut adalah tujuh fakta unik yang berkaitan erat dengan aktivitas gunung berapi di Bumi. Liputan6.com mengutip dari Listverse pada Jumat (12/1/2018): 

 

1 of 4

Miniatur Alam Semesta bagi Bangsa Kuno

Alam semesta dalam satu gambar
Alam semesta dalam satu gambar atau disebut dengan 'baby picture of universe'

7. Memprediksi Fosil di Masa Depan

Sekitar 90 juta tahun lalu, hidup sejenis burung akuatik raksasa bernama Tingmiatornis Arctica yang tubuhnya menyerupai perpaduan burung camar dan penyu hijau. Fosil ini, bersama dengan fosil reptil dan dinosaurus, ditemukan nyaris sempurna di sekitar kawasan vulkanis di Arktik Kanada.

Kondisi fosil dan lokasi penemuannya mengindikasikan bahwa burung ini mati secara mendadak akibat letusan dahsyat gunung berapi yang mengeluarkan beragam gas beracun yang menutup langit, sehingga membuat suhu Bumi berubah drastis.

Jika hal ini terjadi di era modern, maka kawasan terdekatnya berpotensi menjadi "penjara waktu" yang menjadikan ekosistem di dalamnya sebagai fosil masa depan.

6. Miniatur Alam Semesta

Sebuah formasi ukiran di bebatuan raksasa ditemukan di dekat Gunung Izatccihuatl, salah satu gunung berapi terbesar di Meksiko. Setelah diteliti, formasi ukiran unik ini ternyata cara suku Aztec dalam mengamati sistem pegerakan alam semesta.

Menariknya, mereka juga memanfaatkan aktivitas vulkanis untuk memahami kapan akan datangnya bencana erupsi yang diyakini sebagai peringatan dewa kepada manusia. Sistem ramalan semi ilmiah tersebut didasarkan dari kondisi panas Bumi dan gerak seismik yang terjadi di sekitar gunung berapi.

2 of 4

Bikin Hutan Tropis Jadi Fosil Raksasa

20160330-Gunung-Meletus-Alaska-Reuters
Gunung Pavlof menyemburkan abu vulkanis saat kembali meletus, Kepulauan Aleutian, Alaska (28/3). Semburan abu vulkanik Gunung Pavlof mencapai ketinggian hingga 37.000 kaki di atas permukaan laut. (REUTERS/US Coast Guard)

5. Fenomena Cincin Raksasa

Di dalam Taman Nasional Pilanesberg di Afrika Selatan, terdapat sebuah formasi lingkaran raksasa yang  berbentuk nyaris sempurna. Di sela-sela formasi lingkaran raksasa itu muncul beberapa rekahan yang mengeluarkan aroma belerang ringan.

Setelah diteliti, fenomena ini ternyata berkaitan dengan gunung berapi purba yang berusia miliaran tahun. Begitu seringnya gunung ini mengalami erupsi, kubahnya lambat laun habis dan menyisakan sebuah formasi cincin raksasa. Malahan jika dilihat dari citra satelit, berbentuk seperti circle crop.

Kini, "cincin raksasa" itu menjadi salah satu destinasi wisata yang menawarkan lanskap pemandangan unik, seperti di film-film fiksi ilmiah tentang luar angkasa.

4. Hutan Tropis yang Menjadi Fosil

Ketika sebuah gunung berapi meletus di kawasan Inner Mongolia lebih dari 300 juta tahun lalu, sebuah hutan tropis kala itu mendadak menjadi fosil. Dua penyebab utamanya adalah adanya tutupan debu vulkanis hingga setebal 100 cm dan rekahan lempeng Bumi yang membuat hutan terkait seolah "tenggelam".

Ditambah dengan perubahan lanskap geologi, termasuk berakhirnya benu tunggal Pangaea, fosil hutan pun lambat laun mengendap menjadi tanah lembah yang kini berada di kawasan barat laut China, dekat dengan perbatasan Mongolia.

3 of 4

Petunjuk Sumber Migas Raksasa di Bawah Laut Papua

Kesempatan Pengusaha Daerah Ikut Bisnis Hulu Migas Makin Luas
SKK Migas telah memberikan kesempatan kepada perusahaan daerah untuk ikut terlibat dalam penyediaan barang dan jasa di industri hulu migas.

3. Seleksi Manusia Modern oleh Letusan Gunung Toba

Sekitar periode 50 ribu hingga 100 ribu tahun lalu, manusia sempat menjadi spesies yang terancam punah lantaran letusan Gunung Toba.

Abu letusan tersebut konon membuat pancaran cahaya matahari terhalang selama hampir 6 tahun lamanya. Hal ini membuat suhu Bumi turun hingga 2 derajat Celsius yang memicu terjadi era zaman es (Ice Age).

Konon, letusan ini juga menyebabkan populasi masyarakat asli Sumatera kala itu banyak yang punah, dan kini digantikan oleh rumpun Austronesia yang berasal dari Pulau Formosa (kini Taiwan).

2. Ketika Benua Afrika Terbelah Menjadi Dua Bagian

Seperti terpisahnya benua purba Pangaea, Benua Afrika juga diramalkan akan terpisah menjadi beberapa bagian. Jika umumnya hal tersebut terjadi dalam kurun waktu 10 tahun, tapi tidak di sebagian wilayah Ethiopia.

Pada 2015, tercatat keretakan tanah selebar 8 meter memanjang hingga 60 kilometer dalam waktu 10 hari. Meski sempat melambat, fenomena pemisahan lempeng tersebut tercatat cukup konstan, yakni dengan penambahan lebar 10 hingga 18 cm per tahun.

Diprediksikan dalam 50 tahun ke depan akan muncul sebuah pulau baru di antara Ethiopia, Laut Merah, dan Semenanjung Arab.

1. Petunjuk Sumber Migas Raksasa di Bawah Laut Papua

Di kawasan timur dan selatan pulau Papua terdapat sebuah kumpulan cekungan laut yang dikenal dengan nama Cekungan Manus.

Terbentuk atas letusan sekumpulan gunung berapi purba yang berpadu dengan gerak lempeng Australia selama jutaan tahun, cekungan ini kaya akan kandungan barang tambang, khususnya gas bumi.

Hal ini menjadikan potensi gas bumi Papua berdasarkan status tahun 2008 mencapai 170 TSCF (trilions standard of cubic feet) dan produksi per tahun mencapai 2,87 TSCF.

Selain itu, produksi gas bumi di sini juga diperkirakan mencapai 59 tahun, terhitung dari tahun 2010.

Lanjutkan Membaca ↓