Topan Super Talim Mendekat, Maskapai Taiwan Batalkan Penerbangan

Oleh Tanti Yulianingsih pada 13 Sep 2017, 21:09 WIB
Penampakan Topan Talim yang akan menghantam Taiwan di Laut Filipina. ( NOAA/NASA Goddard Rapid Response Team)

Liputan6.com, Taipei - Taiwan tengah bersiap menghadapi Topan Talim. Pemerintah setempat pun mengeluarkan peringatan maritim, selain itu pihak maskapai pun membatalkan beberapa jadwal penerbangan pada Rabu waktu setempat.

Topan Talim diperkirakan akan menerjang kota-kota di utara termasuk Taipei.

"Topan Talim diperkirakan akan menerjang ibu kota dan kota-kota lain, termasuk New Taipei dan Yilan. Menghantam dengan angin kencang dan hujan deras," kata Central Weather Bureau atau Biro Cuaca Pusat seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (13/9/2017).

"Dampak terbesarnya akan dirasakan pada Rabu dan Kamis. Diperkirakan menerjang utara dan timur laut Taiwan dengan kecepatan angin maksimum 137 km/jam dan embusan hingga 173 km/jam,"  jelas biro tersebut di situsnya.

Sejauh ini belum dipastikan apakah pemerintah Taiwan akan menutup pasar keuangan, perusahaan atau sekolah pada hari Kamis. Pengumuman penutupan tersebut rencananya akan dibuat jika dianggap perlu.

China Airlines dan EVA Airways, dua maskapai terbesar Taiwan, mengatakan akan membatalkan beberapa jadwal penerbangan internasional masuk dan keluar pada hari Rabu. Menjelang kedatangan topan, biro cuaca tersebut juga mengeluarkan peringatan untuk lalu lintas laut.

Formosa Petrochemical Corp, perusahaan pemasok minyak terbesar kedua di Taiwan mengatakan bahwa pihaknya telah siap untuk menutup pelabuhan tempat pasokannya saat Topan Talim mendekat. Mereka hanya menunggu perintah pemerintah.

1 of 2

Berpotensi Menjadi Topan Super

Pusat Meteorologi Nasional China memperingatkan pada Selasa 12 September bahwa Topan Talim dapat berubah menjadi topan super, saat bergerak menuju provinsi Taiwan dan Zhejiang dan Fujian di daratan China.

Kantor berita Shanghaiist melaporkan bahwa pihak berwenang China telah mengeluarkan imbauan evakuasi kepada 500.000 warga Fujian sebelum Topan Talim mendarat akhir pekan ini.

"Talim adalah raksasa, yang terbesar dari topan lain tahun ini," jelas chief engineer di biro meteorologi Fujian, Liu Aiming, kepada South China Morning Post.

Topan merupakan rutinitas cuaca musiman untuk Taiwan, namun pulau ini telah meningkatkan persiapan dan waspada terhadap potensi topan berbahaya dan mematikan sejak Topan Morakat menghancurkan pulau tersebut pada tahun 2009.

Morakat adalah topan paling mematikan dalam sejarah yang pernah menghantam pulau tersebut. Hampir 700 orang meninggal dunia, umumnya mereka tertimbun tanah longsor.

Lanjutkan Membaca ↓