Protes Uji Coba Nuklir, Meksiko Usir Dubes Korut

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 08 Sep 2017, 10:49 WIB
Rudal Korea Utara Lintasi Langit Jepang

Liputan6.com, Mexico City - Pada Kamis 7 September, pemerintah Meksiko mengusir Duta Besar Korea Utara dari Negeri Aztec. Sanksi diplomatik itu dilakukan sebagai bentuk protes atas uji coba nuklir teranyar yang dilakukan Pyongyang.

Presiden Meksiko, Enrique Peña Nieto menetapkan status persona non grata kepada Dubes Korut Kim Hyong Gil dan memberikan waktu 72 jam kepada sang diplomat untuk meninggalkan Meksiko. Demikian seperti dikutip dari Los Angeles Times, Jumat (8/9/2017).

Kementerian Luar Negeri Meksiko mengatakan, tindakan tersebut merupakan ekspresi 'penolakan secara absolut' atas uji coba nuklir Pyongyang yang terjadi pekan lalu.

"Kegiatan nuklir Korea Utara merupakan risiko serius bagi perdamaian dan keamanan internasional serta merupakan ancaman bagi negara-negara di kawasan, termasuk sekutu penting Meksiko seperti Jepang dan Korea Selatan," kata pernyataan dari Kemlu Meksiko.

Pernyataan Kemlu Meksiko lebih lanjut menyebut, sikap Presiden Nieto yang mengusir Dubes Korut merupakan bentuk kepatuhan atas resolusi Dewan Keamanan PBB.

Resolusi itu menekankan agar komunitas internasional menetapkan sanksi terhadap individu atau entitas yang memiliki kaitan dengan program pengembangan persenjataan rudal dan nuklir Korea Utara.

Meksiko telah berulang kali meminta Korut untuk mematuhi resolusi DK PBB, agar segera menghentikan program rudal balistik dan hulu ledak nuklirnya.

Selain itu, Meksiko pun menyatakan solidaritasnya terhadap Korea Selatan yang merupakan negara paling rentan terancam rudal Korut.

Seperti dikutip dari LA Times, langkah pengusiran Dubes Korut juga dapat membantu Meksiko 'memenangkan hati' Amerika Serikat, negara tetangganya di utara.

Meksiko, yang terjebak dalam pembicaraan dengan AS dan Kanada mengenai pembaruan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara, telah berupaya untuk 'memenangkan hati' kedua negara agar revisi kebijakan tersebut mampu memberikan keuntungan bagi negara itu.

Beberapa pekan terakhir, selain uji coba nuklir, Korut juga telah meluncurkan setidaknya empat rudal balistik --termasuk salah satunya yang terbang di langit Jepang. Mereka juga sesumbar tentang menciptakan hulu ledak yang dapat digunakan untuk menyerang Amerika Serikat.

1 of 2

Uji Coba Bom Hidrogen Korea Utara

Korea Utara mengumumkan kesuksesannya dalam melakukan uji coba bom hidrogen pada Minggu 3 September waktu setempat. Hal tersebut disampaikan oleh media pemerintah negara Korut.

"Korea Utara sukses melakukan uji coba sebuah bom hidrogen pada rudal balistik antarbenua (ICBM)," demikian pengumuman yang disampaikan pembaca berita veteran Ri Chun-hee seperti dilansir CNN pada Minggu 3 September 2017.

Sebelumnya, pejabat Jepang dan Korea Selatan telah lebih dulu mengungkapkan hal tersebut setelah otoritas terkait mendeteksi gempa buatan yang terjadi di dekat situs uji coba nuklir Korut.

Ini merupakan uji coba nuklir keenam Korut dan yang pertama sejak Donald Trump dilantik. Peristiwa ini dinilai akan meningkatkan ketegangan yang saat ini sudah tinggi antara pemerintah AS dan rezim Korut.

Seperti dilansir The Washington Post, Survei Geologi AS mengatakan, pihaknya mencatat gempa berskala 6,3 skala Richter terjadi pada hari Minggu waktu setempat di dekat lokasi uji coba nuklir Korut di Punggye-ri. Getaran lindu terasa hingga utara China dan sirene darurat dilaporkan berbunyi di Yanji, dekat perbatasan Korut.

Pihak berwenang Korea Selatan mengungkapkan bahwa gempa tersebut merupakan guncangan buatan, mirip dengan ciri uji coba nuklir. Sementara itu, pihak Kementerian Luar Negeri Jepang sejak awal telah menyimpulkan bahwa Korut memang melakukan uji coba nuklir.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓