Enam Tahun Memimpin, Presiden Singapura Akhiri Masa Jabatan

Oleh Andreas Gerry Tuwo pada 01 Sep 2017, 12:28 WIB
Presiden Singapura Tony Tan

Liputan6.com, Singapura - Presiden Singapura Tony Tan mengakhir masa jabatannya setelah selama enam tahun menjadi orang nomor satu di Negeri Singa.

Untuk merayakan akhir masa jabatan Tan pejabat, kabinet dan anggota parlemen Singapura menggelar suatu pesta perpisahaan kenegaraan. Acara itu dilaksanakan demi menghormati pencapaian Tan selama memerintah.

Dalam pidatonya, Tan mengatakan pengalaman menjadi presiden sangat membanggakan.

"Dalam level pribadi saya, saya mempunyai pengalaman yang mengharukan saat melihat Singapura dalam segala perbedaannya dapat berjalan bersama-sama," sebut Tan seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (1/9/2017).

"Saya mempunyai keinginan Kantor Kepresidenan dapat melambangkan sebuah kemenangan dalam membentuk kehidupan bermasyarakat warga Singapura lebih baik lagi," ucap dia.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong memuji peran Tan selama menjadi presiden. Menurutnya, banyak keberhasilan yang telah dilakukan Tan.

"Dia telah bekerja dengan luar biasa dan membuat beberapa tonggak sejarah dalam enam tahun masa jabatannya," ucap Hsien Loong.

Tan terpilih pada 2011 lalu. Sebelum jadi Presiden, pria ini merupakan anggota kabinet dan pernah menjabat sebagai menteri.

Pesta perpisahan Tan dihadiri 200 tamu undangan. Sampai pemilu digelar, jabatan presiden akan dipegang Ketua Dewan Pengawas Kepresidenan J.Y. Pilay.

1 of 2

Presiden Singapura dan Jokowi

Presiden Jokowi (kiri), berbincang dengan presiden Singapura Tony Tan, dalam pertemuan di Istana Kepresidenan di Singapura, (28/7/2015). Jokowi ke Singapuran dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral. (REUTERS/Edgar Su)

 

Saat Juli 2015 lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sepat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Tan. Pertemuan itu dilangsungkan saat Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan ke Singapura.

Salah satu fokus pembicaraan Jokowi dan Tan adalah peningkatan kerjasama antar kedua negara di bidang ekonomi terutama mengenai pengembangan ekonomi di kota Batam dan sekitarnya.

"Saya kira saya akan fokus bicara masalah penanganan Batam, Bintan dan Karimun karena memang bertahun-tahun kita tidak konsentrasi ke sana padahal ada sebuah potensi yang bisa diangkat dan diharapkan nanti ada kesepakatan," ujar Jokowi sebelum terbang ke Singapura di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

‎Jokowi mengaku tidak mau terlalu banyak membawa agenda dalam kunjungannya tersebut. Sebagai kota yang berbatasan langsung dengan Singapura, kawasan Batam dan sekitarnya merupakan wilayah yang mempunyai potensi ekonomi yang cukup tinggi, khususnya bagi Singapura.

"Saya memang tidak ingin bicara terlalu banyak, hanya ingin fokus ke situ. Kalau memang kira-kira ada minat untuk pengembangan ya mau kita seperti apa, maunya Singapura seperti apa, tapi menurut saya yang terpenting pengembangan di Batam dan sekitarnya harus dilanjutkan, jangan sampai stuck terlalu lama," kata dia.

Lanjutkan Membaca ↓