Mayoritas Anggota Kabinet Perempuan, Presiden Macron Tepati Janji

Oleh Andreas Gerry Tuwo pada 19 Mei 2017, 19:40 WIB
Emmanuel Macron (AP)

Liputan6.com, Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan susunan kabinet terbarunya. Sesuai janji pemilu, Macron mengisi setengah menteri di kabinetnya dengan perempuan.

Sebanyak 11 dari 22 kementerian termasuk di antaranya beberapa pos penting diisi oleh wanita.

Sylvie Gourad mendapat tugas menjadi menteri pertahanan. Sementara mantan atlet anggar Olimpiade Laura Flessel ditunjuk jadi menteri olah raga.

Sejumlah nama lain seperti Bruno Le Maire diangkat sebagai menteri ekonomi, Gerrag Collomb jadi menteri dalam negeri dan François Bayrou ditugaskan sebagai menteri hukum.

Keputusan Macron tak sepenuhnya didukung. Beberapa pihak berpandangan, presiden termuda Prancis memilih menteri dari banyak latar belakang.

Hal ini dinilai kurang baik. Sebab, dikhawatirkan para menteri tidak akan bekerja satu visi misi dan ini dapat memicu kekacauan.

Le Maire diketahui berpandangan konservatif yang cenderung moderat. Sementara Collomb adalah seorang sosialis.

Sebelumnya, Macron lebih dulu membuat kejutan dengan menunjuk Edouard Philippe sebagai perdana menteri. Pasalnya, ia berasal dari kubu lawan.

Tindakan Presiden Macron yang menunjuk Philippe sebagai perdana menteri menunjukkan kebulatan tekadnya untuk melakukan repopulasi kancah perpolitikan Prancis dengan wajah baru.

Sebelum ditunjuk sebagai perdana menteri, Philippe yang merupakan ahli hukum menjabat sebagai Wali Kota Le Havre, Normandy, Prancis. Demikian seperti dilansir Associated Press Senin 15 Mei 2017.

Sosok Philippe berasal dari haluan kanan-konservatif, Partai Republik. Kubu ini merupakan kelompok yang menerima dampak kekalahan besar atas kemenangan Macron saat Pilpres Prancis 2017 lalu.

Tindakan Macron menunjuk Phillipe dinilai upaya untuk merangkul para politikus partai yang dominan di kursi parlemen Prancis itu.