Pakar: Asia Pasifik Akan Jadi Pusat Politik dan Ekonomi Dunia

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 20 Mei 2017, 07:36 WIB
Profesor Satoru Mori (duduk, kiri) dan Yang Yi (duduk, kanan) pada konferensi pers Jakarta Geopolitical Forum 2017 (Rizki Akbar Hasan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah pakar di bidang geopolitik memprediksi bahwa negara-negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, akan menjadi pusat aktivitas politik dan ekonomi dunia pada tahun-tahun mendatang.

Prediksi itu disampaikan oleh dua ahli di bidang geopolitik, Profesor Satoru Mori dari Law Hosei University Jepang dan Yang Yi dari China Institute of International Studies, sebuah lembaga kajian asal Tiongkok. Keduanya menyampaikan prediksi tersebut dalam Jakarta Geopolitical Forum yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) di Hotel Borobudur Jakarta pada Jumat, 19 Mei 2017.

Menurut Yang Yi, pertumbuhan sejumlah negara di Asia Pasifik dipicu oleh pertumbuhan ekonomi China yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ditambah lagi, saat ini Tiongkok tengah mengembangkan kebijakan Belt and Road yang akan menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Pasifik.

"Saat ini Tiongkok menguasai hampir lima persen perdagangan dunia. Diprediksi beberapa tahun yang akan datang Tiongkok akan menguasai satu per enam produk domestik bruto global," ujar Yang Yi yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal China Institute of International Studies.

"Bahkan Indonesia juga diprediksi akan menjadi salah satu negara yang produk domestik brutonya naik dalam beberapa tahun mendatang. Dunia harus siap dalam menghadapi kemungkinan bangkitnya Tiongkok dan negara berkembang lain pada tahun-tahun ke depan," ujarnya.

Kebijakan Belt and Road merupakan sebuah platform kerja sama terbuka yang diinisiasi oleh China guna menjalin relasi bilateral dalam bidang ekonomi dan perdagangan di kawasan Asia Pasifik.

Belt and Road muncul setelah Amerika Serikat , yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi negara digdaya di kawasan Asia Pasifik, memutuskan untuk menarik diri dari kerja sama ekonomi Trans Pacific Partnership (TPP). Langkah tersebut diambil AS setelah dipimpin Donald Trump.

"Tiongkok berkomitmen untuk lebih berinisiatif menjalin kerja sama ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Bukan hanya untuk Tiongkok, tapi untuk seluruh negara di kawasan," tambah Yang Yi.

Profesor Satoru Mori juga mengungkapkan hal serupa. Ia menilai bahwa negara-negara di Asia Pasifik diprediksi akan mampu membuat sebuah kiblat politik dan ekonomi baru bernama Indopasifik.

"Sejak Belt and Road Initiative, muncul Tiongkok yang dominan. India dan ASEAN serta sejumlah kawasan Afrika juga mengalami perkembangan. Jepang turut berencana terlibat. Kawasan itu akan membentuk apa yang saya sebut kawasan Indopasifik dan akan menjadi pusat perhatian dunia," ujar Satoru Mori.

"Indonesia harus mempertahankan posisinya di kawasan Asia Pasifik. Indonesia harus banyak melakukan kerja sama maritim Internasional. Dan hingga saat ini, kebijakan yang dilakukan Indonesia sudah pada jalur yang benar," tambah Satoru Mori dalam forum yang sama.