Dubes AS: Indonesia Punya Potensi Besar di Sektor Ekonomi

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 11 Mei 2017, 13:00 WIB
Seminar "From Drill Bit to Digital Bytes: Thought on a Stronger U.S. - Indonesia Economic Relationship" (10/5/2017) (Rizki Akbar Hasan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bekerjasama dengan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Amerika Serikat menyelenggarakan seminar perdagangan dan ekonomi dalam konteks relasi bilateral antara AS-Indonesia.

Seminar yang bertajuk "From Drill Bit to Digital Bytes: Thought on a Stronger U.S. - Indonesia Economic Relationship" itu diselenggarakan di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta, pada Rabu, 10 Mei 2017.

Sejumlah tokoh penting turut mengisi acara tersebut seperti, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. sebagai pembicara utama dan Presiden Direktur LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat sebagai moderator diskusi.

Pada forum itu, Duta Besar Donovan menjelaskan perihal riwayat dan situasi terkini mengenai relasi ekonomi dan perdagangan antara Indonesia - AS. Menurut sang Dubes, relasi perdagangan antara Negeri Paman Sam serta Tanah Air memasuki kemajuan dan perkembangan sejak era kepresidenan Joko Widodo.

Bagi AS, Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi yang cukup besar bagi Negeri Paman Sam untuk mengembangkan ekonomi dan investasinya.

"Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi, investasi, dan perdagangan. Sejak 2016, Indonesia merupakan salah satu negara dengan target ekspor terbesar Amerika Serikat. Begitu juga sebaliknya. Hal ini menciptakan lapangan pekerjaan bagi kedua negara," ujar Joseph R. Donovan Jr. saat menyampaikan pidato seminar pada Rabu, (10/5/2017).

Menurut sang Dubes, Amerika Serikat tengah bekerjasama dan membantu mengembangkan sejumlah sektor perekonomian di Indonesia seperti bidang aviasi, mesin dan teknologi, edukasi, tambang, energi listrik, industri retail, perbankan, tekstil, agrikultur, serta barang dan jasa. Negeri Paman Sam juga merupakan salah satu target ekspor Indonesia untuk sektor agrikultur, seperti rempah, bibit, dan beberapa jenis tanaman yang hanya dapat tumbuh di Indonesia.

Donovan menambahkan bahwa AS ikut membantu Indonesia dalam proyek pengembangan pembangkit tenaga listrik 35.000 megawatt yang dibangun di Tanah Air dan direncanakan selesai pada tahun 2019. Pembangunan pembangkit listrik di daerah terpencil Indonesia juga turut dibantu oleh negara dengan ibukota Washington. DC itu.

"Kedua negara sudah bermitra cukup lama. AS menginginkan untuk terus mengembangkannya lagi. AS punya pengalaman, teknologi, serta ilmu pengetahuan yang dibutuhkan untuk pengembangan ekonomi di Indonesia," jelas Donovan.

"Kedutaan AS di Indonesia juga punya tugas untuk menyarankan perusahaan-perusahaan di AS agar melakukan bisnis serta investasi. Dan kita juga menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk membuka peluang bisnis serta investasi dan peluang lainnya di Amerika," tutup pria yang belum genap setahun menjadi diplomat di Indonesia itu.

Tag Terkait