3-5-1990: Latvia Merdeka, Uni Soviet Perlahan Runtuh

Oleh Andreas Gerry Tuwo pada 03 Mei 2017, 06:00 WIB
Latvia

Liputan6.com, Riga - Anggota baru parlemen Republik Soviet Latvia mengadakan pertemuan khusus pada 3 Mei 1990. Rapat tersebut diadakan untuk membicarakan kemerdekaan dari pemerintah pusat di Moskow.

Saat itu gelombang kemerdekaan tengah melanda warga Latvia. Oleh sebabnya, pemimpin front popular Latvia meyakini cita-cita kemerdekaan bisa terwujud.

Keinginan Latvia, dipicu langkah Lithuania yang terlebih dulu mendeklarasikan kemerdekaan secara unilateral dari Uni Soviet.

Deklarasi tersebut membuat Kremlin naik pitam. Mereka memutuskan untuk menutup semua jalur suplai minyak mentah dan gas ke Lithuania.

Melihat hal tersebut, Latvia menyatakan tidak punya niat berkonfrontasi dengan Soviet khususnya Presiden Mikhail Gorbachev.

Parlemen Latvia memastikan mereka akan melakukan beberapa transisi sebelum sepenuhnya merdeka.

Tidak cuma rapat parlemen, pada pagi, perwakilan masyarakat, menggelar upacara untuk mengenang jasa pahlawan Latvia yang tewas dalam Perang Dunia I.

Acara tersebut turut dihadiri Presiden Lithuania. Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan pesan bahwa masyarakat Latvia tak boleh patah arang untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Pemimpin Partai Komunis Latvia, Nikolai Neiland menyebut, strategi yang akan mereka pakai untuk memerdekakan negaranya adalah mengadopsi beberapa konstitusi Soviet. Pengadopsian tersebut bukan tindakan melanggar hukum.

"Kami harus menghindari konfrontasi dalam bentuk apa pun, karena itu tidak berguna dan tidak produktif," sebut Neiland, seperti dikutip dari BBC History, Rabu (3/5/2017).

Setelah itu, Latvia pun melalui parlemennya, mendeklarasikan kemerdekaan. Perpisahan negara itu dari Soviet begitu menekan Gorbachev.

Oleh kelompok garis keras, Gorbachev dituduh tidak bisa mencegah runtuhnya Soviet yang sudah di depan mata.

Peristiwa perpisahan ini, Latvia dan Lithuania disebut sebagai awal runtuhnya Soviet. Negeri Tirai Besi resmi dibubarkan pada 26 Desember 1991.

Di tanggal yang sama pada 1481 terjadi gempa bumi dahsyat di Rhodes, Yunani. Lindu berkekuatan 7,1 skala Richter yang menyebabkan tsunami itu menyebabkan 30 ribu orang tewas.

Sementara pada 3 Mei 1952, pesawat pertama mendarat di Kutub Utara. Letnan Kolonel Joseph O. Fletcher dari Oklahoma dan Letnan Kolonel William P. Benediktus dari California, yang menerbangakan burung besi itu ke sana.

Fletcher bahkan sempat turun dari pesawat dan berjalan di Kutub Utara, mungkin saja ia orang pertama dalam sejarah yang melakukannya.