Malala Yousafzai Dianugerahi Warga Negara Kehormatan Kanada

Oleh Khairisa Ferida pada 13 Apr 2017, 16:00 WIB
Malala Yousafzai dalam upacara penganugerahan dirinya menjadi warga negara kehormatan Kanada

Liputan6.com, Ottawa - Aktivis HAM Pakistan yang juga pemenang Nobel Perdamaian Malala Yousafzai (19) menerima anugerah warga negara kehormatan Kanada. Ia menjadi orang keenam sekaligus termuda yang pernah mendapat gelar tersebut.

Kanada menganugerahkan gelar tersebut kepada Malala dalam sebuah upacara di Ottawa pada Rabu waktu setempat.

"Saya menerima dengan rendah hati kewarganegaraan kehormatan dari negara Anda," ujar Malala seraya disambut tepuk tangan dari tamu undangan yang hadir menyaksikan langsung penganugerahan tersebut seperti dilansir Al Jazeera, Kamis, (13/4/2017).

Malala yang mendunia setelah seorang anggota Taliban menembak kepalanya pada tahun 2012 sebelumnya telah ditunjuk menjadi Utusan Perdamaian PBB pada awal pekan ini. Penunjukan tersebut dipicu komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan dan anak-anak.

Penembakan terhadap Malala dipandang sebagai aksi balasan atas keberaniannya melawan diskriminasi perempuan dalam dunia pendidikan.

"Malala, kisah Anda menginspirasi kita semua. Atas keberanian Anda menyuarakan banyak orang, kami berterima kasih. Mulai hari ini, kami semua bangga memanggil Anda warga Kanada," ujar PM Justin Trudeau.

Orang pertama yang menerima kewarganegaraan kehormatan Kanada adalah Raoul Wallenberg, seorang diplomat Swedia yang menyelamatkan ribuan Yahudi Hongaria selama Perang Dunia II.

Pemimpin spiritual Aga Khan, mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, Dalai Lama ke-14, serta Aung San Suu Kyi juga mendapat gelar yang sama sebelumnya.

Kewarganegaraan kehormatan sepenuhnya merupakan simbolik yang tidak diikuti dengan keistimewaan seperti mendapatkan paspor atau memberikan suara dalam pemilu nasional Kanada.