Sekjen PBB Tunjuk Korban Taliban Jadi Utusan Khusus Perdamaian

Oleh Tanti Yulianingsih pada 09 Apr 2017, 06:48 WIB
Malala Yousafzai

Liputan6.com, Peshawar - Sekjen PBB Antonio Guterres memilih pemenang anugerah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai, menjadi Utusan Khusus PBB Bidang Perdamaian. Itu adalah penghargaan tertinggi yang diberikan pemimpin lembaga itu pada seorang warga dunia.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric mengumumkan bahwa Malala Yousafzai ia kan memusatkan perhatian untuk mempromosikan pendidikan anak perempuan di seluruh dunia. Penunjukkan akan secara resmi disampaikan dalam upacara pada Senin 10 April 2017.

Gadis yanag kini berusia 19 tahun itu sebelumnya mengkampanyekan hak bagi setiap anak di bagian barat daya Pakistan untuk memperoleh pendidikan, ketika ia menderita luka parah akibat percobaan pembunuhan oleh Taliban.

"Ketika berhadapan dengan bahaya, Malala menunjukkan komitmen teguh atas hak-hak kaum perempuan dan anak perempuan, dan seluruh orang," kata Guterres yang dikutip dari VOA News, Minggu (8/4/2017). 

Beberapa tokoh yang pernah menjadi utusan khusus perdamaian sebelumnya adalah aktor Michael Douglas dan Leonardo DiCaprio, aktris Charlize Theron, pakar primate Jane Goodall, juga musisi Daniel Barenboim dan Yo-Yo Ma.

Peraih Banyak Penghargaan

Selain meraih Nobel, atas perjuangannya yang berani juga berbahaya, demi memperjuangkan hak anak perempuan mendapat pendidikan, Malala Yousafzai juga mendapat award yang diberikan oleh Organisasi penghargaan yang berbasis di Swedia..

"Penghargaan ini bukan hanya untuk satu gadis bernama Malala, penghargaan ini terutama bagi anak-anak yang tidak bersekolah," ujar Malala dalam sebuah wawancara dengan media Swedia SVT seperti dikutip dari ABC Online, Kamis 30 Oktober 2014.

"Saya sangat senang dan merasa terhormat bahwa kali ini penghargaan ini adalah dari anak-anak. Mereka yang memilihku," kata Malala.

Dilansir dari VOA News, Malala mulai aktif memperjuangkan hak anak perempuan mendapat pendidikan sejak ia berusia 11 tahun. Kepalanya pernah ditembak militan Taliban akibat usahanya tersebut.

Selain Malala, penghargaan kehormatan World’s Children 2014 diberikan kepada John Wood, mantan direktur Microsoft Amerika. Ia dianggap telah memajukan program membaca bagi anak-anak. Lalu Indira Ranamagar, seorang pekerja sosial Nepal atas usahanya membantu anak-anak para narapidana.

Anugerah tahunan itu -- yang bernilai 50 ribu dolar, diberikan kepada mereka yang bekerja membangun dunia yang lebih manusiawi bagi hak-hak anak.