Addie Ms sampai Bupati Banyuwangi, Banjir Simpati Buat Afi Nihaya

Oleh Sulung Lahitani Mardinata pada 19 Mei 2017, 11:00 WIB
Addie Ms sampa Bupati Banyuwangi, Banjir Simpati Buat Afi Nihaya

Liputan6.com, Jakarta - Meski status-status Afi Nihaya selalu menuai simpati, tampaknya tidak semua orang menyukai pemikirannya yang kritis. Hal ini terbukti dari akun Facebook Afi yang sempat ditangguhkan selama lebih dari 24 jam.

Bila menilik ketentuan dari Facebook, akun pengguna ditangguhkan apabila pengguna melakukan aktivitas yang membuat Facebook mengiranya sebagai robot. Seperti mengirimkan terlalu banyak permintaan pertemanan, mengirimkan terlalu banyak pesan, atau menggunakan nama palsu.

Selain itu, akun juga dapat ditangguhkan bila dilaporkan beramai-ramai. Lalu, apa yang terjadi sebenarnya pada akun Afi Nihaya?

Afi menjawab hal tersebut dalam status terbaru dia setelah akun Facebook-nya kembali. Menurut remaja yang bernama lengkap Asa Firda Inayah ini, ia tidak habis pikir kerugian apa yang ia timbulkan sampai-sampai banyak orang melaporkan akun miliknya secara bersamaan.

Berikut status Afi lebih lengkapnya.

 

SIAPAKAH AFI NIHAYA FARADISA?

Saya hanyalah perempuan biasa yang lahir di Banyuwangi pada tanggal 23 Juli 1998.

Afi Nihaya Faradisa adalah nama anagram atau nama pena dari Asa Firda Inayah.

Nama saya yang tercantum di kartu identitas adalah Asa Firda Inayah :)

Afi : (A)sa (F)irda (I)nayah

Nihaya : Inayah

Faradisa : Firdaasa

Mengapa saya menggunakan nama anagram? Karena saya ingin menyampaikan kebaikan-kebaikan secara anonim di dunia maya. Karena yang penting bagi saya bukanlah mengambil sebanyak mungkin keuntungan dari melambungnya nama. Karena yang penting bagi saya adalah tersampainya beragam pesan kebaikan pada sebanyak-banyaknya pembaca.

Saya adalah orang yang sangat jauh dari sempurna, berjuta-juta jumlah kekurangan pada diri
Saya hanya mencoba melakukan apapun yang gadis 18 tahun bisa lakukan untuk membuat dirinya berguna. Itu saja.

Menulis adalah salah satu hal yang saya pikir saya bisa lakukan untuk memberi kontribusi bagi bangsa ini dalam meluaskan sudut pandang, dalam menebarkan pesan perdamaian. Bahwa Kristen dan Islam tak harus bergesekan. Bahwa Cina dan Jawa sama-sama orang Indonesia.
.
Sampai suatu ketika, para wartawan mulai mendatangi saya di rumah dan di sekolah. Berita saya dimuat di surat kabar cetak, online, dan radio dengan catatan agar nama yang tercantum tetap nama pena. Saya diminta berbicara di beberapa seminar. Saya tampil di televisi. Saya memenuhi undangan makan pagi dari Pak Bupati Banyuwangi.
.
Ya, belakangan ini saya memang mendapat sorotan banyak orang, tapi hal itu bukanlah sebuah kesengajaan.
.
Saya ingin tahu apa kerugian yang saya timbulkan sampai-sampai banyak orang melaporkan akun saya secara bersamaan. Pihak Facebook telah men-suspend/melumpuhkan akun saya selama hampir 24 jam, saat tulisan berjudul WARISAN sedang ramai-ramainya dibagikan.

Selama kurun waktu tersebut, akun saya menghilang.
Saya sedih.

Di depan mata, upaya saya sejak lama tiba-tiba sirna.
Saya merasa bahwa inilah akhirnya.
.
Saya tidak menyangka, ternyata masih banyak orang yang menentang takdir Tuhan dengan meludahi perbedaan.
Saya bertanya-tanya,
Mengapa jika ego berbicara, gaungnya melebihi nurani kita yang sama-sama ciptaan-Nya?
.
Siang tadi, saat saya masih ada di balai kota, saat saya menjawab pertanyaan rekan media, ada gerimis dalam hati ini ketika menyaksikan beberapa teman dan followers FB sedang mencoba memviralkan hashtag #FACEBOOKbringbackAFI dengan harapan agar akun saya bisa segera pulih.

Padahal orang-orang itu tidak pernah bertemu secara langsung dengan saya, tapi mereka begitu peduli. Mereka percaya pada niat baik dan kesungguhan saya dalam menebarkan kebermanfaatan.
Masih banyak orang yang mendukung kedamaian dalam diam. Masih banyak orang yang menopang saya untuk berdiri, walau mereka 'sunyi'.
.
Peristiwa ini menguji saya pribadi. Menguji apakah saya benar-benar bisa sebaik tulisan saya saat menghadapi persoalan sungguhan, sekaligus mengetahui mana teman yang bukan hanya datang saat senang.
.
Beribu terima kasih pada Anda semua. Tanpa Anda, saya tidak akan bisa apa-apa
.
Saya TIDAK memiliki akun lain di situs facebook kecuali www.facebook.com/afinihaya
Saya memiliki akun instagram di @afi.nihayafaradisa dan email afinihayafaradisa@gmail.com
Selain yang saya sebutkan di atas, semuanya palsu termasuk fanpage, website, twitter, dan lainnya.
.
Saya muslim dan saya cinta saudara-saudara lain agama.
Saya percaya bahwa saya bukanlah satu-satunya muslim yang menghargai perbedaan, mentoleransi keragaman yang adalah bagian dari kehendak Tuhan.

Masih ada banyak orang yang saya rasa perlu untuk membaca tulisan WARISAN. Sayangnya, viralnya tulisan itu berusaha dihentikan oleh "berbagai pihak" selama beberapa waktu.

Maka, jika Anda berkenan, saya meminta dengan sangat agar Anda yang belum/sudah share untuk share tulisan itu lagi.
Semoga Tuhan merahmati.

Meski ada beberapa pihak yang tidak menyukai status-status Afi, namun orang-orang yang mendukung Afi juga tak kalah banyak. Hal ini terlihat dari dukungan netizen yang menggalang dukungan meminta akun Afi dikembalikan dengan tagar #FACEBOOKbringbackAFI.

 

Yang terbaru, Afi mendapat dukungan dari komposer terkenal Addie MS serta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dukungan juga datang dari warganet yang meminta Afi terus menulis, membaca, dan menyuarakan pemikirannya.

 

"Alhamdulillah sudah kembali lagi dek.. Syukur hamdalah tetap menulis dan menginspirasi yaa.. Jika mulut mulai bungkam, lawanlah dengan tulisan.. Indonesia bangga padamu dek," tulis Uswah.

"Mestinya perbedaan dipandang sebagai rahmat karena tidak ada manusia yang mampu sengaja membuatnya. 'WARISAN' adalah tulisan yang menurut saya sangat kontekstual dengan gejolak perbedaan yang ada saat itu. Saya percaya pembaca banyak yang merasa tercerahkan dengan tulisan itu. Teruslah menulis, dan menulislah terus. Saya selalu membacanya. Dan menceritakannya kepada para murid tentang AFI NIHAYA FARADISA dan sepenggal tulisannya," kata Daryanto.

"Saya ikut bergembira FB Afi sudah kembali normal....gembira dan terharu sehingga menangis aku membaca statusmu...perlawanan itu begitu nyata ternyata Fi...tetapi kamu sudah menyiapkan dirimu untuk selalu menebar kebaikan..dan kami akan sebarakan lebih banyak lagi...siapakah yang takut kepada pikiran2mu..? jangan sampai mengecilkan semangatmu...kami akan tetap berkobar mendukungmu," ujar Nani Buchari.

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Hafiz AffanHafiz Affan

afi

Pras SajaPras Saja

saling mengkafirkan, saling hujat, merasa paling bener agamanya..itulah suatu keniscayaan karena manusi bukan robot, yg pasrah pada doktrin (warisan ortunya masing-masing)..TERPENTING adalah MEREKA masih SADAR bahwa..PERBEDAAN adalah sunatullah..realita, fakta..sekuat apapun cara ingin Menyamakan

Pras SajaPras Saja

kalo setiap anak merasa didoktrin orang tuanya, tanpa punya kesadaran sendiri..dan pasrah saja..niscaya gak bakal ada perbedaan..karena semua pasrah pada warisannya. Perbedaan bukan warisan tapi fakta yg harus disadari semua kalangan. mungkin yg dapat warisan senang, kasihan dong yg gak dpt warisan?

Lihat Lainnya