3 Calon Pelatih Timnas Italia Pengganti Ventura

Oleh Liputan6.com pada 15 Nov 2017, 08:20 WIB
Giampiero Ventura

Liputan6.com, Milan - Timnas Italia gagal tampil di Piala Dunia 2018 menyusul kegagalan menaklukkan Swedia pada play-off kualifikasi zona Eropa. Dari dua leg yang digelar, Italia kalah agregat 0-1. Gli Azzurri kalah di markas Swedia 0-1 dan hanya bermain 0-0 di San Siro, Milan, Selasa (14/11/2017) dini hari WIB.

Ini merupakan kali kedua timnas Italia tampil di Piala Dunia. Sebelumnya, kegagalan itu terjadi pada 1958.

Menyusul kegagalan tersebut, pelatih timnas Italia Giampiero Ventura dikabarkan akan mengundurkan diri. Ia disebut-sebut meminta uang pesangon 700 ribu euro untuk kontraknya yang masih bersisa dua tahun lagi.

Meski Ventura menampik kabar tersebut, kemungkinan besar Federasi Sepak Bola Italia tetap akan mendepaknya. Sejauh ini, sudah ada beberapa pelatih yang disarankan untuk menggantikan pelatih 69 tahun tertebut.

Berikut tiga calon pelatih timnas Italia yang dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber.

1 of 4

1. Roberto Mancini

Roberto Mancini
Roberto Mancini. (AFP/Giuseppe Cacace)

Nama Roberto Mancini mencuat sebagai salah satu kandidat untuk menggantikan Ventura beberapa jam setelah kegagalan Gli Azzurri mengalahkan Swedia. Mantan pelatih Inter Milan tersebut dianggap tepat untuk menangani generasi muda Italia selepas pensiunnya empat pemain veteran.

Memang ada beberapa nama lain yang lebih senior dan berpengalaman dibandingkan Mancini yang juga disarankan. Namun, menurut Mediaset Premium, Mancini lebih diunggulkan.

Saat ini, Mancini masih menukangi Zenit Saint Petersburg. Ia masih terikat kontrak sampai Juni 2020 dengan klub Rusia itu. Akan tetapi, ia bisa saja meninggalkan Zenit apabila mendapat panggilan dari timnas Italia.

Dari sisi pengalaman, Mancini pernah mengantarkan Inter Milan juara Liga Serie A Italia selama beberapa musim. Selain itu, ia juga pernah membawa Manchester City juara Premier League.

Terakhir, Mancini terpantau menyaksikan laga persahabatan Spanyol melawan Rusia di mana skor berakhir 3-3.

2 of 4

2. Antonio Conte

Antonio Conte
Manajer Chelsea Antonio Conte. (AFP Photo/Glyn Kirk)

Kabar bahwa Antonio Conte akan menggantikan Ventura juga tak kalah santer. Bahkan, banyak pihak yang menyarankannya untuk kembali ke timnas Italia. Apalagi, sekarang di Chelsea ia mulai goyang menyusul performa buruk di awal musim ini.

Bahkan, Conte sudah disarankan sebelum akhirnya Italia gagal lolos ke Piala Dunia. Pemberitaan mengenai dirinya mencuat usai laga leg pertama di Stockholm di mana Swedia menang 1-0.

Conte pernah melatih timnas Italia di rentang Agustus 2014 sampai Juni 2016, sebelum akhirnya melatih Chelsea. Ia sempat memimpin Italia tampil di ajang Piala Eropa 2016 di Prancis.

Berkat tangan dinginnya, Italia mampu menyingkirkan Swedia di babak penyisihan grup, serta mengalahkan Spanyol 2-0 pada babak 16 besar waktu itu. Italia gugur di perempat final, kalah adu penalti dari Jerman.

3 of 4

3. Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti
Eks Pelatih Bayern Muenchen Carlo Ancelotti (AP Photo/Matthias Schrader)

Pelatih berpengalaman yang saat ini tengah menganggur, Carlo Ancelotti, juga disarankan untuk melatih timnas Italia. Beberapa pihak yakin kalau mantan pelatih AC Milan, Chelsea, Real Madrid, PSG, dan Bayern Munchen itu akan membawa Italia kembali berjaya. Segudang pengalaman yang dimilikinya sangat menunjang hal itu.

Namun, legenda Arrigo Sacchi menilai menunjuk Ancelotti tidak akan cukup untuk Italia. Menurutnya, timnas Italia butuh pembenahan secara menyeluruh, bukan hanya soal pergantian pelatih.

"Ancelotti memang hebat, tapi kita perlu melakukan banyak hal yang berbeda dari biasanya. Mulai dari dasar," kata Sacchi.

Ancelotti belum tentu bersedia jika ditawari melatih timnas Italia. Selepas dipecat Bayern Munchen, beberapa waktu lalu, ia menyatakan ingin rehat selama setahun.

Meski hampir selalu sukses di level klub, Ancelotti memang belum teruji di level tim nasional. Pelatih 58 tahun itu pernah menjadi asisten pelatih timnas Italia di awal karier kepelatihanya pada 1992 sampai 1995. Namun, sejak saat itu ia tidak pernah melatih timnas. (Abul Muamar)

Lanjutkan Membaca ↓