Absen Lawan Malaysia, Kapten Timnas Indonesia U-22 Minta Maaf

Oleh Ahmad Fawwaz Usman pada 25 Agu 2017, 08:12 WIB
Timnas Indonesia U-22, Hansamu Yama

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Kesuksesan timnas Indonesia U-22 melaju ke semifinal SEA Games 2017 harus dibayar mahal. Itu karena timnas Indonesia dipastikan kehilangan tiga pemain pentingnya karena akumulasi kartu kuning.

Timnas Indonesia U-22 bisa dibilang lolos dari lubang jarum. Dari situasi tersudut, tim Merah Putih justru sukses melenggang ke semifinal. Kepastian itu didapat berkat hasil dua laga yang berbeda pada Kamis (24/8/2017).

Ya, kesuksesan itu tak lepas kemenangan 2-0 timnas Indonesia U-22 atas Kamboja di Shah Alam Stadium. Dua gol kemenangan timnas Indonesia dilesakkan Ezra Walian dan Febri Hariyadi. Namun, kemenangan itu tak akan membuahkan tiket semifinal jika tak ada sedikit bantuan dari Thailand.

Di luar dugaan, Thailand sukses mempecundangi Vietnam tiga gol tanpa balas di Selayang Stadium. Berkat kemenangan Thailand, timnas Indonesia pun menggusur Vietnam untuk duduk di posisi kedua dengan keunggulan satu poin.

Di semifinal, tim asuhan Luis Milla itu akan menghadapi Malaysia, Sabtu (26/8/2017). Sayang, Milla tak akan bisa memainkan Muhammad Hargianto, Marinus Wanewar, dan kapten Hansamu Yama Pranata akibat akumulasi. Selain pada laga melawan Kamboja, ketiga pemain itu memang sudah mengoleksi satu kartu kuning.



Khusus untuk Hansamu, kartu kuning didapatnya usai terjadi keributan jelang akhir pertandingan. Keributan diawali dengan Choun Chanchav yang memukul kepala belakang Marinus. Hansamu yang berada dekat dengan kejadian langsung berlari untuk memisahkan.

Anehnya, wasit Nagvenkar Tejas justru memberikan kartu kuning kepada Hansamu. Alhasil, emosi Hansamu pun ikut terpancing. Terkait hal itu, Hansamu langsung meminta maaf lewat akun Instagram @hannsamuyama.

1 of 2

Hansamu Minta Maaf

Selamat malam warga indonesia baik yang memfollow saya maupun yang melihat postingan saya ini, pertama tama saya mewakili seluruh pemain Tinmas u22 ingin meminta maaf kepada anda anda semua terakit insiden yang terjadi dilapangan tadi yang mungkin membuat anda anda kecewa dg saya dan pemain timnas u22 lainnya.

Terkait dengan kartu kuning saya yg saya dapatkan tadi saya mau mengkonfirmasi bahwa saya sama sekali tidak terpancing emosi, saya tidak emosi sama sekali, saya, seperti biasa saya sebagai kapten tim berhak membela pasukan saya dilapangan dan maju paling depan untuk mereka..saya tadi hanya berniat untuk memisah pemain saya yg ikut keributan tadi, sebagaimana yg anda lihat dipertandingan sebelum sebelumnya, saya tidak ada berkata kasar kepada lawan ataupun tindakan lainnya, saya hanya mendorong pemain lawan dan berniat untuk menyelsaikan keributan tersebut, namun wasit berkata lain, lalu wasit memberi kartu kuning kepada saya, saya juga heran kenapa alasan wasit memberi saya kartu kuning..dari situlah saya mulai agak terpancing, bagaimana tidak terpancing, misal kita tidak berbuat apa2 lalu mendapat balasan yg tidak setimpal.

Saya hanya ingin mengkonfirmasi itu saja, dan menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi di dalam lapangan tadi.saya tidak mau anda berpikiran jelek ke saya. Saya tau itu adalah kerugian bagi tim tapi begitulah sepak bola. Dan bahwa anda harus tau, sepak bola bukan hanya mengandalkan satu atau dua pemain saja, sepak bola adalah kerja tim bukan individu, di timnas u22 tidak ada pemain inti atau pemain cadangan, semua pemain memiliki kualitas yg sama. Maka dari itu tanpa kehadiran saya pun di partai selanjutnya indonesia tetap kuat tetap utuh dan tetap bertekad ingin mengharumkan nama indonesia di ajang sea games ini. Dan saya tau anda kecewa terhadap sikap saya dan menilai saya emosian saya terima itu. Tapi alasan diataslah yg membuat saya begitu.

Sekali lagi saya meminta maaf atas apa yg saya terima tadi dan sekali lagi saya juga terus berharap dukangan anda kepada kami dan terus mendoakan kami supaya mendapat hasil yang maksimal buat negara kita ini INDONESIA diajang sea games kali kmi.

Lanjutkan Membaca ↓