Menanti Akhir Drama Liga Inggris Musim Ini

Oleh Marco Tampubolon pada 19 Mei 2017, 18:30 WIB
Logo Liga Premier Inggris

Liputan6.com, Jakarta Gelar juara Liga Inggris musim ini memang sudah dipastikan jatuh ke tangan Chelsea. Namun tensi liga paling elite di benua Eropa itu belum sepenuhnya reda. Pertarungan mengisi tempat tersisa di posisi empat besar masih menarik dinantikan. 

Sejauh ini, posisi pertama dan kedua memang sudah terisi. Pemuncak klasemen Liga Inggris, Chelsea, sudah tidak mungkin tergusur lagi meski seandainya pun kalah di pertandingan terakhir melawan Sunderland di Stamford Bridge, Minggu (21/5/2017). 

Chelsea sudah mengemas 90 poin dari 37 laga. Sementara Tottenham Hotspur yang berada di urutan kedua baru mengantongi 83 poin. Dengan hanya satu laga tersisa, Spurs dipastikan sudah tidak akan mungkin lagi menggusur Chelsea. 

Spurs juga sudah dalam posisi aman. Pasukan Mauricio Pochettino bakal tampil lebih tenang saat menyambangi markas Hull City karena tak mungkin melorot dari urutan 2.

Spurs tidak terkejar lagi oleh Manchester City yang menguntit di urutan ketiga dengan 75 poin. Sebab City hanya mampu mengemas maksimal 78 poin pada akhir musim.

Di barisan papan bawah, tiga tim sudah dipastikan turun kasta musim depan. Hull City, Middlesbrough FC dan Sunderland AFC menjadi penghuni posisi tiga terbawah. Tidak satu dari ketiga tim ini keluar dari zona merah meski menang di laga terakhir. 

Meski demikian, drama belum berakhir. Persaingan big four belum usai. Sebab, dua tempat tersisa masih diperebutkan Manchester City, Liverpool, dan Arsenal. Hasil yang diraih masing-masing tim di laga terakhir tetap berpotensi mengubah peta klasemen.

Perubahan tersebut tentu saja mempengaruhi peluang ketiga klub untuk berlaga di Liga Champions musim depan. "Kami mengemas 71 poin musim lalu dan finis di tempat kedua. Kami sekarang punya 72 poin dan kami ingin meraih 75 poin. Setelah itu, Anda lihat apa yang akan terjadi," kata Manajer Arsenal, Arsene Wenger dilansir Soccerway.

Arsenal memang sangat berambisi finis di urutan empat besar. Sebab, tanpa tiket Liga Champions musim depan, The Gunners terancam kehilangan amunisi andalannya.

Finis di urutan empat besar juga setidaknya jadi penghibur hati para suporter The Gunners yang sudah lama merindukan trofi dan sedikit menyelamatkan wajah Wenger yang belakangan banyak menuai kritik karena tak kunjung menghadirkan gelar juara.

Namun itu juga bukan perkara mudah. Dibanding dua tim di atasnya yakni Manchester City dan Liverpool, peluang Arsenal yang paling kecil. Berada di urutan ke-5 dengan 72 poin, Arsenal tidak hanya bergantung pada hasil duel terakhir melawan Everton FC. 

Meski menang, Arsenal tidak akan beranjak dari urutan kelima bila City minimal seri dan Liverpool menang atas musuhya di laga pamungkas. "Kami telah sukses di pekan penentuan dalam banyak kesempatan," ujar Wenger menenangkan hati pendukungnya. 

"Kami menjalani periode sulit setelah pertandingan melawan Bayern Muenchen karena bukan hal mudah untuk memulihkan diri. Di sisi lain, itu jadi tes mental yang bagus dan kami meresponnya dengan baik pula," kata Wenger menambahkan.

Sementara itu, Liverpool juga tidak ingin melewatkan kesempatan. Berada di urutan ke-4, The Reds hanya perlu memetik kemenangan untuk mengamankan posisinya. Bahkan, bila Manchester City gagal menang di laga terakhir, Liverpool otomatis naik ke urutan ketiga dan berhak atas tiket menuju babak utama Liga Champions pada musim depan.

Apapun Bisa Terjadi
Di Liga Inggris apapun bisa terjadi. Kemenangan yang sudah di depan mata bisa seketika sirna. Seperti yang pernah dialami oleh Manchester United saat gagal merebut gelar juara 2011-12. Peluang keluar sebagai juara pupus hanya dalam waktu 4 menit. 

Seperti diketahui, hingga laga terakhir, dua tim bertetangga, Manchester City dan Manchester United memiliki poin yang sama. Namun Manchester City hingga pekan terakhir berada di puncak klasemen karena unggul selisih gol atas tetangganya.

Di laga pamungkas, MU berhasil menjebol gawang Sunderland lewat Wayne Rooney pada menit ke-39. Namun pada pertandingan lainnya, Manchester City juga berhasil mebobol QPR lewat Pablo Zabaleta dan memimpin sementara dengan skor 1-0. 

Situasi ini membuat City kembali memimpin persaingan atas Setan Merah. Namun MU mulai berada di jalur juara, saat gawang City berhasil dibobol Djibril Cissé menit ke-48.

QPR memang harus bermain dengan 10 pemain tidak lama kemudian. Joey Barton diusir wasit usai menyikuti Carlos Tevez. Namun kalah jumlah, QPR justru berbalik unggul setelah Jamie Mackie mencetak gol pada menit ke-66.

Skor ini masih terus bertahan hingga injury time dan para pemain MU bersiap-siap merayakan keberhasilan mereka menjuarai Liga Inggris usai mengalahkan Sunderland.

Namun memasuki menit ke-92, Eden Dzeko berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Dan dua menit kemudian, giliran Sergio Aguero menjebol gawang QPR untuk membawa City unggul 3-2 atas QPR. Hasil ini membuat City tetap berada di puncak klasemen sekaligus memupus ambisi MU untuk menjuarai Liga Inggris 2011-12. 

Berbeda dengan Wenger, Manajer Liverpool, Jurgen Klopp tidak terlalu menggebu-gebu menghadapi laga pamungkas melawan Middlesbrough FC. Klopp seperti dilansir situs resmi klub The Reds, Klopp menganggap duel ini sama seperti biasanya. 

"Saya pikir kami tidak butuh deskripsi berbeda untuk pertandingan ini. Seperti misalnya ‘final copa' atau ‘final Piala Dunia' atau laga paling penting dalam beberapa tahun terakhir," kata Klopp, dilanisir laman resmi Liverpool.

"Kami selalu memiliki jenis tekanan ini; bahwa kami ingin memenangkan pertandingan, bahwa kami harus melakukan hal benar, kami harus bertahan dengan baik, kami harus bagus secara organisasi, kami harus menciptakan peluang dan kami harus cetak gol."

 

 

 

Afc AswinAfc Aswin

Tetap chelsea no 1