Bek Kiri Sriwijaya Siap Tembus Tim Inti Timnas Indonesia

Oleh Liputan6 pada 20 Feb 2017, 21:50 WIB

Liputan6.com, Palembang - Sriwijaya FC kehilangan satu pemain jelang  babak delapan besar Piala Presiden 2017. Pemain muda Laskar Wong Kito, Zalnando harus absen karena terpilih mengikuti seleksi Timnas Indonesia yang diproyeksikan menghadapi SEA Games 2017 di bawah asuhan Luis Milla.

"Kita memang sudah menerima surat resmi pemanggilan Zalnando untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia sejak beberapa hari lalu. Tentu hal ini kami syukuri dan seperti sebelumnya SFC sangat mendukung program PSSI terkait timnas," kata sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Senin sore.

Zalnando sendiri sudah meninggalkan Sriwijaya dan bertolak Jakarta sejak Senin (20/2/2017) pagi. Dia bakal mengikuti latihan perdana Timnas Indonesia di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Selasa (21/2/2017) pagi.

Saat dikonfirmasi Zalnando mengatakan kalau dirinya tak mau mengecewakan Luis Milla. Zalnando bakal menunjukkan performa terbaiknya saat seleksi Timnas Indonesia tahap pertam.

"Saya sudah berpamitan kepada manajemen, pelatih dan rekan-rekan SFC soal hal ini. Saya sangat senang, karena mereka semua mendoakan yang terbaik. Ini bisa jadi pemicu buat saya untuk memberikan yang terbaik kepada Timnas Indonesia," ujar mantan pemain SFC U-21 ini.

1 of 2

Kesempatan Terakhir

Dalam seleksi ini, Zalnando akan habis-habisan guna merebut posisi inti nantinya. "Ini SEA Games kedua untuk saya, tentu saya ingin lebih baik lagi ketimbang yang pertama. Siapapun pemain pasti ingin bermain untuk negaranya," kata pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini.

Motivasi Zalnando semakin meningkat karena perubahan aturan di SEA Games membuat peluangnya bermain tinggal di tahun 2017 ini. "Jika tetap memakai U-22, saya artinya tinggal sekali lagi," katanya.

Terkait persaingan di Timnas Indonesia, Zalnando menegaskan kalau dirinya enggan menyerag sebelum mencoba. Pemain yang sempat mengecap ilmu di SAD Uruguay ini memang dikenal punya sifat pantang menyerang dan keteguhan hati.

"Sebagai pemain muda, tentu saya tidak ingin dianggap bisa bermain karena ada regulasi saja. Kehadiran pemain senior justru meningkatkan motivasi kami agar bisa berlatih bersama dan bersaing sehat memperebutkan posisi inti," kata bek kiri berusia 21 tahun tersebut.

Indra Pratesta

Lanjutkan Membaca ↓