Kehormatan bagi Webb dan Inggris

Oleh Liputan6 pada 08 Jul 2010, 23:40 WIB
Liputan6.com, Johannesburg: Akhirnya impian wasit Liga Premier Inggris Howard Webb mendapat kesempatan memimpin jalannya partai paling bergengsi, babak final Piala Dunia, jadi kenyataan. FIFA memberi konfirmasi penunjukkan Webb sebagai pengadil partai pamungkas final PD 2010 antara Belanda versus Spanyol yang akan berlangsung di Soccer City, Johannesburg, Minggu (11/7) malam waktu setempat atau Senin (12/7) dinihari WIB.

Di laga pamungkas tersebut, seperti biasanya Webb, 38 tahun, akan didampingi dua orang kepercayaannya, hakim garis (asisten wasit) Darren Cann dan Michael Mullarkey. Performa ketiga pengadil di partai-partai sebelumnya diyakini jadi faktor utama dalam pertimbangan Komisi Wasit FIFA.

Sebelumnya, peluang Webb untuk menjadi wasit laga final disebut-sebut tertutup menyusul keputusan FIFA yang mencoretnya dari daftar empat wasit yang memimpin jalannya pertandingan di babak perempat final. Pasalnya, FIFA selalu mendasarkan keputusannya untuk menunjuk wasit di laga final berdasarkan rapor wasit yang bertugas di babak 8 besar (Baca: Peluang Webb Kian Tipis).

Namun, harapan Webb kembali terbuka setelah FIFA menugaskan dua saingan utama Webb, Ravshan Irmatov dari Uzbekistan dan Viktor Kassai dari Hungaria untuk memimpin jalannya pertandingan babak semifinal antara Uruguay vs Belanda dan Jerman vs Spanyol. Webb pun masuk dalam daftar tunggu wasit di partai puncak (Baca: Masih Ada Peluang bagi Webb).

Dengan demikian, Webb, mantan polisi yang baru mendapat lisensi wasit dari FIFA pada 2005 lalu, menjadi wasit pertama dalam sejarah yang memimpin partai puncak Liga Champions Eropa dan laga final Piala Dunia dalam tahun yang sama. Hal ini pun membuat Webb menjadi wasit Inggris pertama yang menjadi pengadil di final Piala Dunia sejak Jack Taylor menjadi wasit laga final PD 1974 antara Jerman Barat dan Belanda, pertandingan yang disebut-sebut sebagai salah satu partai terbaik sepanjang masa.(MEG/Guardian)