Irmatov Bisa Pupus Mimpi Inggris

Oleh Liputan6 pada 18 Jun 2010, 14:15 WIB
Liputan6.com, Cape Town: Tidak hanya kekuatan pasukan asuhan Rabah Saadane yang patut diwaspadai Inggris saat menghadapi Aljazair di laga lanjutan penyisihan Grup C PD 2010 yang akan berlangsung di Cape Town Stadium, Cape Town, Jumat (18/6) malam waktu setempat atau Sabtu (19/6) dinihari WIB.

Wayne Rooney dkk wajib bertindak santun di lapangan guna menghindari hukuman keras dari pengadil yang ditugaskan FIFA menjadi wasit di laga tersebut, Ravshan Irmatov. Wasit asal Uzbekistan berusia 32 tahun ini menjadi wasit termuda sepanjang sejarah yang mendapat kehormatan memimpin partai pembukaan ketika Afrika Selatan bertanding melawan Meksiko di Soccer City, Johannesburg, 11 Juni lalu.

Di laga perdana PD 2010 tersebut, memang Irmatov tidak sampai mengeluarkan kartu merah dari sakunya. Namun, empat kartu kuning yang dirogohnya kepada empat pemain dari kedua tim menunjukkan jika Irmatov termasuk salah satu wasit yang paling “saklek” di antara 28 wasit lainnya yang diberi tugas FIFA menjadi pengadil di Afrika Selatan.

Sikap “saklek” itulah yang bisa jadi memupus peluang The Three Lions untuk membuka peluang melaju ke babak perdelapan final. Rooney dkk telah diwanti-wanti untuk dapat berlaku dan bertindak sesopan mungkin di Cape Town nanti malam. “Ia (Irmatov) termasuk wasit yang taat pada aturan. Pemain Inggris kudu tampil dengan perilaku terbaik mereka. Apapun cemoohan atau tindakan kasar bakal diganjar hukuman yang berat,” ujar seorang wasit senior Inggris.

Manchester United pernah merasakan pahitnya laga ketika dipimpin Irmatov yaitu di babak final Piala Dunia AntarKlub FIFA melawan Liga de Quito, Desember 2008. Ketika itu, bek andalan MU Nemanja Vidic tanpa ampun diusir Irmatov ke luar lapangan akibat tindak sikutnya terhadap pemain lawan.(MEG/Mirror)