Mourinho Dukung Penambahan Jumlah Peserta Piala Dunia

Oleh Marco Tampubolon pada 07 Jan 2017, 13:30 WIB

Liputan6.com, Manchester - Manajer Manchester United (MU), Jose Mourinho, mendukung wacana penambahan jumlah peserta Piala Dunia menjadi 48 tim. Namun pelatih asal Portugal menolak jika hal itu justru membuat jumlah pertandingan yang harus dilalui pemain meningkat.

Menurut Mourinho, penambahan jumlah peserta sebaiknya dibahas lebih dalam agar tidak merugikan pemain.

"Saya benar-benar setuju (penambahan peserta Piala Dunia," kata Mourinho dilansir situs FIFA.

"Sebagai manajer klub, jika penambahan itu berarti lebih banyak pertandingan, waktu liburan dan pramusim berkurang, maka saya akan berkata tidak," ujarnya menambahkan.

Presiden baru FIFA, Gianni Infantino memang mengusulkan agar jumlah peserta ditambah dari 32 menjadi 48 tim. Hal ini juga jadi salah satu program yang diusung Infantino dalam pemilihan Februari 2016 lalu.

Meski demikian, usulan ini masih menimbulkan banyak pro dan kontra. Klub-klub di Eropa yang memiliki jadwal kompetisi yang pada kebanyakan menolak, karena dianggap bakal menambah beban kerja pemain.

1 of 2

Beda Pendapat dengan Guardiola

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola dan pelatih timnas Jerman, Joachim Loew merupakan dua sosok yang tegas menolak usulan tersebut.

"Perlu analisis kritis dan memahami bahwa penambahan jumlah peserta tidak selalu bersrti penambahan jumlah pertandingan. Dalam hal ini, pemain dan klub dilindungi," kata Mou.

Saat ini Piala Dunia masih diikuti 32 klub yang dibagi ke dalam 8 grup. Dua tim terbaik dari masing-masing grup selanjutnya akan melaju ke 16 besar.

Rencananya, bila jumlah peserta 48 tim, maka babak penyisihan akan dibagi ke dalam 16 grup yang beranggotakan 3 tim. Dua tim teratas dari masing-masing grup kemudian akan tampil di babak 32 besar. Usulan ini rencananya akan dibahas pada Kongres FIFA, 9 Januari 2016.

"Saya lebih memilih satu grup 3 tim. Dua kali main dan melaju ke babak gugur atau pulang ke rumah," kata Mourinho berpendapat.

"Dengan ini, dua pertandingan awal sangat krusial dan babak 16 besar berikutnya semakin meningkatkan emosi. Tim dengan pengalaman dan kemampuan yang minim kemungkinan akan segera tersingkir."

Lanjutkan Membaca ↓