Sejarah Membuktikan, Harga Emas Bisa Turun ke US$ 800

Oleh Siska Amelie F Deil pada 17 Jul 2013, 07:10 WIB
emas-dunia130318c.jpg
Profesor Bisnis Internasional, Campbell Harvey dari Duke University memprediksi harga emas bisa turun ke bawah harga US$ 800 per ounce dalam jangka waktu lama. Dikatakannya, penurunan harga emas bisa lebih rendah US$ 500 dari level saat ini yaitu US$ 1.294 per ounce.

Seperti dilansir dari CNBC, Rabu (17/6/2013), Harvey mengatakan lebih dari 2.500 tahun sejarah pergerakan emas, dan harga riil emas (nominal harga yang disesuaikan inflasi) selalu menunjukkan pola yang sama.

"Saat ini kita sedang menuju ke arah sana (harga emas US$ 800 per ounce)," ujar Harvey saat menegaskan harga emas jangka panjang akan menyentuh rata-rata harga tersebut.

Dia bahkan menyatakan harga emas bisa turun lebih rendah dari US$ 800 per ounce. Dalam sejarahnya, harga emas pernah jauh lebih murah.

"Jika Anda mengamati sejarahnya, emas tak hanya turun dan berhenti di harga yang sama. Harganya akan turun lagi ke posisi lebih rendah, baru kemudian naik lagi," jelas dia.

Dia mengungkapkan, harga emas memang tak akan serta merta anjlok. Namun berbagai siklus emas terjadi selama 10 - 15 tahun, dan pergerakan emas saat ini mengarah ke salah satu siklus tersebut.

Dia mengatakan, para investor yang berpikir panjang soal harga emas sebaiknya fokus pada permintaan daripada pasokan. Dia menyebutnya sebagai `amazingly constant`.

Pertumbuhan yang melambat hingga 7,5% di China seperti data yang dirilis pada Senin (15/7/2013) merupakan salah satu indikator yang menunjukkan rendahnya permintaan emas.

"China merupakan negara dengan permintaan emas yang tinggi, lambatnya pertumbuhan ekonomi China berarti menurunnya permintaan emas," jelas Harvey. (Sis/Ndw)

Tag Terkait