Melihat Kehidupan Misterius Putri Pendiri Apple

Oleh Irma Garnesia pada 14 Jan 2018, 21:00 WIB
Steve Jobs

Liputan6.com, Jakarta - Tujuh tahun setelah kematiannya, Steve Jobs tetap menjadi bahan perbincangan di bidang inovasi dan teknologi. Namun, putri pertamanya berada jauh dari pemberitaan media.

Lisa Brennan-Jobs merupakan pewaris kekayaan ayahnya. Namun, dikutip dari Business Insider, Minggu (14/1/2018), tidak banyak yang diketahui dari wanita yang berusia 39 tahun tersebut. Ia menjaga kehidupan pribadinya dari media.

Berikut sekilas kehidupan Lisa:

Lisa Brennan-Jobs dilahirkan pada 17 Mei 1978 di Oregon Commune. Ia dididik dengan latar belakang religious di tempat kelahirannya, dimana kedua orang tuanya juga menghabiskan masa muda mereka di sana.

Kedua orang tua Lisa telah berpacaran semenjak SMA, namun hubungan mereka memburuk ketika Steve Jobs sibuk dengan Apple. Menurut Lisa, ayahnya gugup dan tidak menerima berita kehamilan ibunya. Steve Jobs tidak mau mengaku sebagai ayah saat itu.

Ayahnya sempat mengunjungi Lisa di hari kelahirannya. Saat itu mereka memberi nama untuk anaknya, meskipun Steve Jobs masih belum mengakui Lisa. Saat Apple mengalami penurunan, ibu Lisa harus bekerja sebagai pelayan toko untuk menghidupi putrinya.

Steve Jobs tetap tidak mengakui bahwa Lisa adalah anaknya. Meskipun tes DNA telah menyatakan hal tersebut. Namun demikian, Ia menamakan komputer pertama Apple di tahun 1983, Lisa. Steve mengaku nama tersebut merupakan singkatan dari Local Integrated Systems Architecture.

Saat tinggal dengan ibunya, Lisa masuk sekolah di San Mateo. Menurut biografi yang ditulis Walter Isaacson mengenai Steve Jobs, ayah Lisa berkunjung sewaktu-waktu untuk melihat anaknya. Kunjungan tersebut menjadi semakin sering dan Steve Jobs mulai mengenalkan Lisa pada rekan bisnisnya dan mengajaknya bepergian.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 of 2

Mulai Tinggal Bersama

8 Kemurahan Hati Steve Jobs yang Jarang Diketahui Orang
Steve Jobs selama ini lebih dikenang sebagai sosok pemimpin yang galak.

Lisa mulai dekat dengan ayahnya. Dia bahkan meminta nama belakangnya ditambahi Jobs menjadi Lisa Brennan-Jobs. Selama masa SMA, Lisa tinggal bersama ayahnya.

Ia kemudian melanjutkan kuliah di Harvard, memalsukan tanda tangan ayahnya sementara Steve Jobs berada di luar kota. Selama kuliah, ia suka menulis di The Harvard Crimson seputar akademik, cloning, dan penggunaan alkohol di kampus. Ia juga menghabiskan satu tahun di King’s College London.

Isaacson menulis bahwa selama kuliah, hubungan Lisa dan ayahnya kurang baik. Setelah pernah bertengkar, Steve Jobs mencabut anggaran finansial untuk anaknya. Ia menyuruh Lisa meminta uang dari tetangga dan rekan bisnisnya di Times.

Seperti bibinya, Lisa mengejar karir sebagai penulis. Ia menulis di beragam kolom, mulai dari Vogue hingga The Oprah Winfrey Magazine.

Di tulisannya, Lisa sempat merefleksikan bagaimana tumbuh di dunia yang berbeda. “Kami sangat sering pindah dan menyewa apartemen. Ayahku kaya dan terkenal, dan ketika aku mulai mengenalnya, aku bepergian dan mulai tinggal dengannya selama beberapa tahun. Selama itu, aku melihat kehidupan yang lebih mewah lagi. Sementara aku merindukan kehidupanku yang biasa.”

Meskipun menolak diliput media, Lisa pernah membantu Aaron Sorkin menulis skenario film biografi berjudul Steve Jobs pada tahun 2015.

“Lisa tidak menceritakan hal-hal yang gemilang mengenai ayahnya. Namun aku bisa melihat dari cerita tersebut, bagaimana ia mencintai ayahnya,” tutur Sorkin. Ia juga menambahkan bahwa Lisa adalah pahlawan selama pembuatan film tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓