5 Tips untuk Kamu Masih Galau Berkarier di Bidang Apa

Oleh Nurseffi Dwi Wahyuni pada 12 Jan 2018, 05:30 WIB
Ilustrasi orang kebingungan

Liputan6.com, Jakarta - Kamu masih bingung mau berkarier di bidang apa saat baru lulus kuliah? Linier dengan jurusan yang kamu ambil saat kuliah atau memilih pekerjaan sesuai passion meski nggak sesuai dengan konsentrasi jurusanmu?

Nah, sebelum memutuskan bagaimana akan menjalani karier, mungkin kamu bisa melakukan 5 hal ini seperti ditulis Swara Tunaiku soal “galau” berkarier di bidang apa:

1. Konsultasi dengan yang telah lebih dulu bekerja

Kalau dirasa-rasa, dunia kerja sebenarnya lebih simple. Seolah-olah setiap perusahaan, setiap job desc sudah mempunyai formulanya sendiri. Kamu tinggal belajar menyesuaikan diri saja.

Tapi, yang namanya beralih kultur tentu awalnya nggak akan mudah buatmu. Jadi, ada baiknya jika kamu konsultasikan dahulu kepada mereka yang sudah lebih dulu bergelut di dunia kerja. Tanyakan bagaimana kultur di perusahaan A, B, atau C, lalu bandingkan, kira-kira kamu akan lebih nyaman berada di mana.

2. Mencoba jalur karier yang berbeda

Saat berstatus fresh graduate, enggak sedikit yang berpedoman “sikat kesempatan yang muncul”. Panggilan sebagai internship atau pekerja lepas sekalipun tidak kamu sia-siakan. Sebagian orang mungkin akan melihatmu dan berkata dalam hati “kok sampai segitunya kepingin kerja”.

Tak perlu berkecil hati dan merasa rugi. Anggap saja kesempatan magang dan freelance sebagai pondasi kariermu. Selain itu, modal yang kamu miliki tak hanya gelar akademis saja melainkan juga berbagai skill dan pengalaman kerja tersebut. Dengan demikian, ke mana arah kariermu akan terlihat semakin jelas.

3. Jangan rendah diri dan membandingkan dengan orang lain

Panggilan kerja tak kunjung datang bukan tidak mungkin membuat kamu berpikiran negatif. Kenapa saya se-apes ini? Orang lain bisa dapat kerja, kenapa saya enggak? Apa yang salah dalam diri saya?

Satu kali menanyakan apa yang kurang pada diri sendiri dan membandingkan dengan orang memang perlu jika kamu ingin introspeksi diri. Tapi sampai meragukan potensi diri yang akan berakibat fatal.

Soal cepat atau lambat diterima kerja bukan semata-mata perkara kualitas diri. Kamu tentu sadar kalau setiap individu memiliki kekurangan dan kelebihan berbeda-beda. Jika kamu sekarang belum bekerja sedangkan temanmu sudah, mungkin memang sesederhana “belum jodoh”.

 

1 of 2

4. Tambah kemampuan lewat kursus

Nah, daripada kamu rendah diri saat enggak kunjung dapat kerja, mending kamu gunakan waktu luangmu untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.Misalnya seperti mengambil kursus tambahan yang berbeda dengan apa yang kamu pelajari sebelumnya.

Hitung-hitung menambah modal potensi diri. Selain itu, terlibat dalam kelas yang berisi kumpulan orang juga memperbanyak relasi. Siapa tahu kesempatan kerja juga akan datang dari tempat kursus. Sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui!

5. Ikuti kata hati

Karena orang tuamu dokter, lantas kamu diarahkan untuk jadi dokter juga. Mau aman? Kerja jadi PNS. Ingin “dihormati”, ambil profesi polisi.Ingin begini, kerja harus begitu... seolah kamu bekerja untuk prestis, bukan sesuatu yang kamu inginkan.

Ingat! Gengsi memang perlu, tapi hanya pada prestasi, bukan jenis pekerjaan. Kamu lah yang paling tahu apa maunya dirimu, apa yang membuat kamu merasa nyaman dan betah.

Lanjutkan Membaca ↓