S&P 500 Tergelincir saat Badai Irma Dekati Florida

Oleh Arthur Gideon pada 09 Sep 2017, 05:30 WIB
Siaga Badai Irma, warga Florida Borong Makanan

Liputan6.com, Jakarta - S&P 500, salah satu indeks acuan Bursa Saham Amerika Serikat (AS) bergerak melemah tipis pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta) . Pelemahan tersebut karena investor bersiap menghadapi potensi kerusakan akibat dari Badai Irma yang tengah menuju Florida.

Sedangkan indeks acuan Nasdaq juga tertekan karena pelemahan yang dibukukan oleh saham-saham di sektor teknologi seperti Apple dan Facebook. Berbeda, indeks acuan Dow Jones Industrial Average justru menguat terdorong oleh saham-saham di sektor asuransi.

Mengutip Reuters, Sabtu (9/9/2017), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 13,01 poin atau 0,06 persen menjadi 21.797,79. S&P 500 kehilangan 3,67 poin atau 0,15 persen menjadi 2.461,43. Sedangkan Nasdaq Composite turun 37,68 poin atau 0,59 persen menjadi 6.360,19.

Irma, salah satu badai terkurat di Atlantik dalam satu abad terakhir telah mempoorak-porandakan Kuba dan Bahama. Saat ini badai tersebut tengah berjalan menuju Florida. Sebagian besar pejabat di AS tengah mempersiapkan aktisipasi dampak dari badai tersebut.

"Investor benar-benar dalam mode wait and see mengingat kekhawatiran yang sangat besar mengenai dampak dari badai Irma di Florida dan dimanapun nantinya badai tersebut akan berakhir." jelas analis Edward Jones, St. Louis, AS, Kate Warne.

"Secara keseluruhan, indeks terus mengalami tekanan dan pelaku pasar juga menahan transaksi untuk melihat kerusakan yang terjadi," tambah dia.

Sebelumnya, terjangan Badai Irma di Karibia mengakibatkan banjir dan hembusan angin kencang yang merusak bangunan. Selain itu juga dilaporkan 2 orang meninggal dunia, dan terjadi pemadaman listrik di sejumlah wilayah di sana.

"Badai tersebut menyebabkan banjir besar di daerah dataran rendah, dan pihak berwenang belum mendapatkan akses ke daerah-daerah yang terkena dampak paling parah," kata Menteri Luar Negeri Prancis, Annick Girardin usai mengonfirmasi jumlah korban tewas seperti dikutip kemarin.

Sementara itu, perdana menteri Antigua dan Barbuda melaporkan bahwa Badai Irma merusak lebih dari 90 persen bangunan di Barbuda.

Badai kategori 5 -- tingkat tertinggi -- saat ini dilaporkan telah melewati bagian utara Kepulauan Virgin.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 of 2

Bank Sentral Eropa

Pelemahan pada perdagangan Jumat memperdalam penurunan yang telah dibukukan pada perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Kamis, Wall Street melemah dipengaruhi oleh kenaikan mata uang euro.

Euro menguat setelah bank sentral Eropa mengindikasikan bahwa mereka tengah mempersiapkan untuk menghitung kembali program stimulus. Hal itu membuat mata uang euro menguat. Sementara dolar AS, terhadap 6 mata uang lain, termasuk euro turun 1,1 persen ke level 91.4, terendah sejak Januari 2015.

Kepala Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan bahwa ECB (European Central Bank) tengah melihat dan menghitung bagaimana menurunkan program pembelian 60 miliar euro. Bank tak mengubah outloook terhadap inflasi dan pertumbuhan mereka.

"Kita akan sangat siap terhadap apa yang kita putuskan pada Oktober," ujar Draghi dikutip dari Reuters.

Hal itu berpengaruh pada bursa saham. Kebanyakan saham menguat, termasuk saham-saham di Eropa.

Namun, tak sejalan dengan Wall Street, indeks saham Amerika Serikat. Dow Jones Industrial Average turun 22,86 poin atau 0,1 persen ke level 21.784, kemudian S&P 500 turun 0,44 poin atau 0,22 persen ke level 2.465,1 kemudian Nasdaq Composite menambahkan 4,56 poin atau 0,07 persen ke level 6.397,87.

Lanjutkan Membaca ↓