Lebih Irit Mana, Mobil Listrik atau yang Konsumsi BBM?

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 28 Agu 2017, 19:13 WIB
Stasiun Pengisian Mobil Listrik

Liputan6.com, Jakarta Badan Penelitian Pengembangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar penelitian yang membandingkan tingkat konsumsi energi mobil listrik, dengan kendaraan yang mengonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Lalu bagaimana hasil penelitian tersebut?

Kepala Balitbang Kementerian ESDM FX Sutjiastoto mengatakan, ‎biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan bakar mobil listrik ternyata jauh lebih sedikit ketimbang mobil yang mengonsumsi BBM. Bahkan, biaya bahan bakar mobil listrik hanya separuh dari mobil BBM.

"Kalau efisiensi mobil listrik dibanding BBM mungkin separuhnya, artinya sekarang gini, kira-kira kalau pakai mobil listrik Rp 50 ribu kalau pakai BBM Rp 100 ribu," kata Sutjiastoto, di Jakarta, Senin (28/8/2017).

Sutjiastoto menjelaskan, ‎ mobil listrik dengan kapasitas 20 Kilo Watt hour (kWh) bisa menempuh jarak 100 kilo meter (km). Bila per 1 kwh, harga listrik nonsubsidi sekitar Rp 1.600, maka untuk menempuh jarak 100 km biaya yang dikeluarkan Rp 32 ribu.

Sedangkan untuk mobil yang menggunakan BBM jenis gasolin atau bensin, dengan jarak tempuh 20 km rata-rata menghabiskan BBM 10 liter. Bila harga bensin nonsubsidi sekitar Rp 8.500‎ per liter, dengan begitu biaya yang dikeluarkan mobil BBM dengan jarak tempuh 20 km sekitar Rp 85 ribu. "Itu perkiraan, jadi kira-kira pemakainnya rata-rata begitu," tutur dia.

1 of 2

Manfaat Kendaraan Listrik

PT PLN (Persero) menyatakan, banyak manfaat yang didapat dari penggunaan mobil dan motor listrik‎. Sebab itu, perusahaan tersebut mendorong kendaraan listrik digunakan secara masif.

Manager Bidang Niaga ‎dan Pelayanan Pelanggan PLN Disjaya ‎Leo Basuki mengungkapkan, kendaraan yang menggunakan energi listrik jauh lebih hemat ketimbang yang mengonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dia mencontohkan, untuk motor listrik dengan total kapasitas 3 sampai 3,5 kilo Watt hour (kWh) dapat menempuh jarak 80 kilo meter (km), untuk mengisi listrik sampai penuh membutuhkan biaya kurang dari Rp 5 ribu.

"Untuk pengisian dengan ‎listrik nonsubsidi per kWh-nya Rp1.600, biaya yang dibutuhkan kurang dari Rp 5 ribu," kata Leo.

Leo melanjutkan, kendaraan listrik juga jauh lebih ramah lingkungan, karena menggunakan dinamo sebagai penggerak kendaraan dan tidak ada pembakaran di mesin, sehingga‎ tidak menghasilkan gas buang.

‎"Motor listrik enggak ada knalpotnya, enggak ada asap. Saat tidak jalan, dia mati, sementara motor bakar jalan terus," papar Leo.

Leo menuturkan, kedua keuntungan tersebut yang dinilai sejalan dengan PLN. Perusahaan listrik pelat merah ini pun mendukung penggunaan kendaraan l‎istrik, salah satunya mobil listrik secara masif oleh masyarakat. Apalagi negara lain sudah menggunakannya untuk mendukung aktifitas sehari-hari.

"Saya lihat mobil listrik tidak bisa dihambat, ‎di luar sudah pakai mobil listrik, kenapa kami hanya jadi pengikut, itu suatu era yang daripada terlambat mending lebih cepat," dia menandaskan.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓
Bina SebayangBina Sebayang

Kayaknya kita ketinggalan lagi dari malaysia, mereka sudah membudaya mobil listrik, kita belum mulai.

Asmawi DamitAsmawi Damit

Mobil yang pake BBM non subsidi jenis apa itu konsumsinya sampe 10 liter untuk menempuh jarak 20 km (boros bangat) , sedangkan contoh untuk mobil sejuta umat kira-kira 1 liter bisa menempuh jarak 10 km, silahkan diikoreksi lagi.