Wall Street Bergerak Bervariasi dengan Nasdaq Cetak Rekor

Oleh Nurmayanti pada 25 Jul 2017, 05:00 WIB
Wall Street

Liputan6.com, New York Wallstreet ditutup menguat dengan Nasdaqmencetak rekor tertinggi menjelang keluarnya laporan pendapatan perusahaan teknologi. Sementara S&P 500 dan Dow tertinggal di belakang, terimbaspenurunan saham Johnson & Johnson.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 66,9 poin atau 0,31 persen ke posisi 21.513,17, dan S&P 500 kehilangan 2,63 poin atau 0,11 persen menjadi 2.469,91. Adapun indeks Nasdaq Composite bertambah 23,05 poin atau 0,36 persen menjadi 6.410,81.

Indeks utama AS diperdagangkan mencapai rekor, seiring laporan kuartalan para perusahaan pada minggu ini.

Namun kini berubah, tercatat, hanya dua dari 11 besar pada indeks S&P yang berakhir di wilayah positif, yakni saham teknologi dan keuangan.

Laporan perusahaan akan menjadi penting untuk mendukung laju sektor teknologi, yang mengungguli semua kelompok besar pada tahun ini.

"Industri teknologi adalah industri terkemuka sejauh ini pada tahun ini," kata John Augustine, Kepala Investasi Huntington Bank di Columbus, Ohio.

Setelah pasar ditutup, saham induk Google Alphabet (GOOGL.O), salah satu yang sempat terbang tinggi, diperdagangkan turun 2,2 persen usai laporan kuartalan perusahaan keluar dan menyeret Nasdaq.

Sementara saham lainnya seperti Netflix (NFLX.O) mengeluarkan hasil baik pekan lalu. Sementara Amazon (AMZN.O) dan Facebook (FB.O) akan melaporkan pendapatannya pada akhir pekan ini.

Adapun saham Johnson & Johnson yang memberi sentiman ke S&P 500 dan Dow berakhir turun 1,7 persen. Ini akibat persaingan terkait diskon besar-besaran yang dilakukan pesaingnya.

"Ada banyak laporan penghasilan yang keluar minggu ini, sehingga beberapa orang mungkin hanya duduk menunggu dan memperhatikan," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.

Investor juga tengah menanti pernyataan Bank Sentral Amerika Serkat (AS) pasca-pertemuan di pekan ini, untuk mencari petunjuk tentang rencana kenaikan suku bunga.

Sekitar 5,5 miliar saham berpindah tangan di AS, di bawah 6,1 miliar rata-rata harian selama 20 sesi terakhir.

Tonton video menarik berikut ini:

Tag Terkait