Pengusaha Diminta Segera Hilirisasi Industri Sawit

Oleh Nurmayanti pada 18 Mei 2017, 21:33 WIB
Ilustrasi Perkebunan Sawit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus mendukung industri perkebunan kelapa sawit. Sebab industri ini terbukti berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, mendatangkan devisa dan penyerapan tenaga kerja.

“Saya pikir pemerintah memiliki komitmen yang besar pada industri
sawit. Kita tahu semua bahwa sawit terbukti memberikan kontribusi
positif bagi perekonomian, mendatangkan devisa, penyerapan tenaga
kerja dan juga memajukan perekonomian di daerah-daerah terpencil,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kamis (18/5/2017).

Di saat terjadi perlambatan perekonomian dunia, sawit menjadi penyelamat perekonomian Indonesia. Padahal hilirisasi sawit
belum optimal, lantaran selama ini Indonesia masih mengandalkan ekspor dalam bentuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Pemerintah, kata dia, meminta para pelaku usaha agar segera melakukan hilirisasi industri sawit. Sebab dengan demikian, nilai tambah industri sawit akan banyak dirasakan bangsa Indonesia.

“Dari sisi pengusaha tentu saja akan mendapatkan tambahan keuntungan, sementara beban pemerintah akan berkurang karena hilirisasi ini akan menyerap banyak tenaga kerja,” dia menambahkan.

Komitmen pemerintah ini, kata Teten, juga tercermin dari perjuangan
Presiden Joko Widodo bersama para menterinya untuk meyakinkan Uni Eropa bahwa budidaya perkebunan kelapa sawit di Indonesia telah  seusai dengan kaidah-kaidah yang telah dipersyaratkan dalam undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Belum lama ini Parlemen Uni Eropa menuding bahwa sawit
Indonesia terkait erat dengan isu pelanggaran HAM, korupsi, pekerja
anak dan penghilangan hak masyarakat adat.

“Saya kira resolusi parlemen Eropa itu tidak tepat. Sebab Pemerintah
Indonesia melalui peraturan-peraturan yang dikeluarkan telah mendorong agar praktik budidaya perkebunan sawit mengikuti kaidah-kaidah lingkungan dan konservasi alam,” dia menambahkan.

Pemerintah pun akan terus berupaya meyakinkan Eropa bahwa
perkebunan sawit di Indonesia telah mengacu kepada praktik perkebunan yang berkelanjutan.

“Namun demikian saya juga mengimbau kepada para petani sawit maupun pelaku usaha agar mematuhi dan taat pada regulasi yang telah ditetapkan pemerintah,” jelas dia.

Hal ini disampaikan Teten saat acara Perayaan 2 Abad Kebun Raya Bogor di Kebun Raya Bogor. Pada kesempatan ini, Ketua Umum Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono menyerahkan bibit induk sawit Dura Deli kepada Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Didik Widyatmoko.

Bibit induk ini merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) secara terstruktur sejak awal 1900. Tanaman Dura ini menjadi pohon induk (mother palm) untuk produksi benih kelapa sawit unggul.

 

Tag Terkait