​7 Cara Mudah untuk Dihargai di Tempat Kerja

Oleh Dhita Koesno pada 19 Mei 2017, 06:15 WIB
Setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang bahkan berpeluang untuk menjadi seorang pemimpin apapun kondisi.

Liputan6.com, Jakarta - Tantangan saat berada di tempat kerja seperti dianggap tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik dan kurang dihargai oleh rekan kerja di perusahaan kerap terjadi, khususnya bila Anda merupakan orang yang baru masuk bekerja atau dianggap masih yunior. Hal ini terkadang dapat menyebabkan seseorang jadi kurang bersemangat sehingga membuatnya tidak berkembang di tempat kerja.

Meskipun Anda termasuk orang yang masih muda, dianggap kurang berpengalaman dalam hal pekerjaan atau berbagai alasan lainnya, jangan biarkan keadaan seperti ini mencegah Anda untuk melakukan pekerjaan dengan baik, dihargai dan berkembang dalam urusan karier.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang bahkan berpeluang untuk menjadi seorang pemimpin apapun kondisi. Bila Anda bisa bertindak layaknya seperti seorang pemimpin, maka Anda pun akan mendapatkan rasa hormat dari orang lain serta tak menutup kemungkinan memajukan karier Anda.

Melansir laman forbes, Jumat (19/5/2017), berikut adalah tujuh cara yang bisa dilakukan untuk bisa berkembang dan mendapat kepercayaan dari rekan serta pimpinan Anda di tempat kerja:

1. Mendengar

Untuk menjadi seorang pemimpin, Anda harus bisa menjadi pendengar yang baik. Saat orang lain menceritakan permasalahan yang dihadapi, dengarkanlah mereka, karena dengan cara ini memungkinkan Anda untuk memahami. Penulis Stephen Covey berkata, "Kebanyakan orang tidak mendengarkan dengan maksud untuk mengerti, mereka mendengarkan dengan maksud untuk membalasnya.”

Ketika orang merasa bahwa mereka telah didengar dan dimengerti, mereka pun akan menghormati Anda. Namun jika saat mereka bercerita Anda juga bercerita bahkan meninggikan suara, ini bukanlah tipe pemimpin yang baik.

2. Ajukan pertanyaan

Seorang pemimpin harus bisa mengajukan pertanyaan untuk mengumpulkan informasi. Ini adalah tanda bahwa Anda tertarik dengan suatu hal, bukan menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang tak mengerti.

Ajukan pertanyaan tentang proyek yang sedang dikerjakan oleh perusahaan atau rekan kerja dan bagaimana prosesnya. Bila Anda menunjukkan minat pada orang lain, orang lain juga akan menghormati Anda.

3. Lihat lawan bicara Anda

Saat Anda berbicara atau mendengarkan, lihatlah lawan bicara Anda. Jangan melihat ponsel atau melihat ke arah yang lainnya. Fokuslah pada orang lain sehingga mereka tahu perhatian Anda ada pada mereka. Buat orang itu merasa terhormat, dan mereka akan menghormati Anda.

4. Bicara satu lawan satu

Dalam pertemuan, orang mungkin berkata, "ayo bicara empat mata.” Ini berarti mereka ingin berbicara dengan Anda satu lawan satu dan tidak dalam kelompok. Karena dengan bicara langsung banyak hal yang bisa diceritakan.

Manfaatkan waktu sebelum dan sesudah pertemuan untuk berbicara dengan mereka satu lawan satu. Beri orang kesempatan untuk menyuarakan masalahnya dan apa yang sedang mereka hadapi. Mereka pun akan menghargai Anda.

5. Perlakukan orang lain dengan hormat

Semua orang pantas dihormati, entah itu CEO, resepsionis atau petugas kebersihan. Pemimpin yang baik bisa melakukan itu untuk semua orang, bukan hanya kepada orang dengan jabatan tertentu saja. Jika Anda ingin dihormati, Anda juga perlu menghormati orang lain tanpa memandang statusnya.

6. Menyentuh

Menyentuh di sini maksudnya bukanlah menyentuh orang secara tidak tepat. Saat Anda menyapa atau mengucapkan selamat kepada seseorang, Anda bisa dengan ringan dan sebentar menyentuh bahu atau lengan orang itu. Anda melihat banyak pemimpin di pemerintahan dan bisnis melakukan ini.

Sentuhan adalah cara untuk berempati dan mengembangkan koneksi yang lebih dalam. Sentuhan bukanlah pertanda dominasi, itu pertanda koneksi yang bisa membuat Anda dihormati.

7. Senyum

Untuk mendapatkan rasa hormat, Anda tidak harus serius sepanjang waktu. Tersenyum mengingatkan orang bahwa Anda adalah manusia. Ini bukan pertanda kelemahan. Tersenyum dan menunjukkan emosi dapat membuat orang merasa nyaman dan membantu untuk lebih mengembangkan hubungan yang lebih dalam dengan orang lain.

Tidak ada aturan untuk tidak bertindak seperti pemimpin meskipun Anda hanya karyawan biasa. Dengan menghormati orang lain, maka orang pun akan menghormati Anda.​