PLN Pamerkan Motor Listrik Sampai Kompor Induksi

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 21 Apr 2017, 18:36 WIB

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) mengenalkan produk hasil inovasi pada sektor kelistrikan. Produk tersebut memudahkan masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PLN Disjaya, Aries Dwianto mengatakan, dalam pengenalan tersebut, produk hasil inovasi yang perlu diketahui masyarakat adalah adalah kompor induksi, motor listrik, dan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU).

Aries berharap, tiga produk itu dapat memberi kemudahan masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. 

‎Produk kompor induksi memiliki berbagai kelebihan, yaitu lebih hemat dari sisi biaya, ramah lingkungan, mengurangi risiko terjadinya kebakaran, dan mudah dibawa ke mana saja. Pekerjaan rumah tangga pun diharapkan menjadi lebih efisien.

Motor listrik memiliki sejumlah keunggulan, yaitu jauh lebih hemat dibandingkan motor yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, motor listrik lebih ramah lingkungan karena tidak ada polusi suara dan polusi udara. Motor listrik ini nantinya akan digunakan sebagai Unit Layanan Cepat (ULC) untuk menangani gangguan kelistrikan.

"Motor listrik lebih hemat dalam hal biaya, karena untuk jarak yang sama, jumlah biaya yang dikeluarkan atas penggunaan listrik dari motor listrik lebih rendah dibandingkan dengan biaya untuk membeli bahan bakar dari motor BBM," papar Aries, di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Selain kompor induksi dan motor listrik, PLN juga memperkenalkan SPLU, berupa fasilitas untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses listri di luar ruangan, saat ini PLN Disjaya telah menyebar SPLU pada 300 titik.

SPLU mengadopsi mekanisme listrik pintar atau listrik prabayar sehingga pelanggan hanya perlu membeli pulsa stroom dan SPLU pun siap digunakan.

‎Produk inovasi kelistrikan tersebut diperkenalkan PLN Disjaya dalam rangka memperingati peringatan Kartini 2017 hari ini di kantor Wali Kota Jakarta Barat. Hal ini salah satu upaya untuk mendukung program 35 ribu Mega Watt (MW) yang merupakan program andalan pemerintah. (Pew/Gdn)

Tag Terkait