IHSG Dibuka Menguat Terpengaruh Sentimen Regional

Oleh Arthur Gideon pada 21 Mar 2017, 09:15 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menghijau pada pembukaan perdagangan Selasa ini. Pergerakan indeks akan terpengaruh sentimen regional.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (21/3/2017), IHSG naik 7,05 poin atau 0,13 persen ke level 5,541,04. Pada pembukaan pukul 09.00, IHSG terus menguat dengan naik 10,24 poin atau 0,19 persen ke level 5.543,82. Indeks saham LQ45 mendaki 0,21 persen ke level 923,98.

Ada sebanyak 84 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 29 saham melemah dan 95 saham diam di tempat.

IHSG sempat berada di level tertinggi 5.549,07 dan terendah 5.539,72. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 8.176 kali dengan volume perdagangan 430,7 juta saham. Nilai transaksi harian di kisaran Rp 158,9 miliar. Investor asing melakukan aksi beli Rp 1 miliar di seluruh pasar. Sedangkan posisi dolar AS tercatat Rp 13.300.

Secara sektoral, hampir semua menguat. Hanya sektor industri dasar yang bergerak melemah 0,08 persen. Sektor saham keuangan naik 0,38 persen dan catatkan penguatan terbesar di awal sesi. Selain itu, sektor saham aneka industri mendaki 0,33 persen dan sektor saham perkebunan naik 0,32 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham MDRN mendaki 21,62 persen ke level Rp 90 per saham, saham MKNT melonjak 18,69 persen ke level Rp 470 per saham, dan saham TIRT naik 17,92 persen ke level Rp 250 per saham.

Saham-saham PUDP merosot 8,93 persen ke level Rp 408 per saham, saham RIGS tergelincir 7m84 persen ke level Rp 188 per saham, dan saham PORT turun 4,71 persen ke level Rp 486 per saham.

Berdasarkan riset DBS, Wall Street semalam bergerak melemah. Presiden The Fed Chicago Charles Evans menyatakan bahwa The Fed tidak akan mempercepat kenaikan suku bunga US dan tetap mempertahankan 3 kali kenaikan tahun ini. Namun, ini dapat berubah jika inflasi naik.

Perhatian investor akan tertuju kepada pernyataan dari para anggota The Fed lainnya seperti Mester (Cleveland) dan Rosengren (Boston) yang akan berbicara nanti malam. Sementara Yellen dijadwalkan akan berbicara Kamis esok.

Analis PT BNI Securities Maxi Liesyaputra menjelaskan, kemarin IHSG terkoreksi tipis sebesar 0,1 persen setelah mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut pada minggu lalu. IHSG ditutup di posisi 5.533,992 dengan pergerakan yang sangat fluktuatif.

"Meskipun indeks turun, asing masih mencatatkan aksi beli bersih dalam jumlah yang signifikan sebesar Rp 830 miliar," jelas dia.

Bursa regional Asia Pasifik pada pagi ini seperti Nikkei yang mencatat penurunan secara signifikan terutama karena penguatan yen Jepang terhadap dolar AS. Hal tersebut terjadi seiring dengan mulai adanya perdebatan di kalangan Federal Reserve mengenai waktu untuk kenaikan tingkat suku bunga selanjutnya.

"Kisaran indeks hari ini kami perkirakan akan bergerak di antara 5.480 sampai 5.550 dengan beberapa saham pilihan di antaranya JPFA, ASII dan WIKA," tutup dia. (Gdn/Ndw)