Barata Gandeng Perusahaan Jerman untuk Dukung Proyek 35 Ribu MW

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 07 Sep 2016, 16:30 WIB
20160330- Progres Pembangun PLTP Unit 5 & 6 di Tompaso-Sulut-Faizal fanani

Liputan6.com, Jakarta - PT Barata Indonesia menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Siemens Aktiengesellschaft, perusahaan asal Jerman yang bergerak di bidang elektrifikasi, otomatisasi serta digitalisasi peralatan pembangkit listrik di Jakarta .

Kerja sama antara kedua perusahaan meliputi kerja sama di bidang pembangkit listrik, termasuk di dalamnya manufaktur komponen-komponen pembangkit (gas turbine package), Engineering Design, project management, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

LoI tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT Barata Indonesia, Silmy Karim serta dari pihak Siemens Aktiengesellschaft yakni Nick Muntz, CEO of Power and Gas Distributed Generation Business Unit.

Kerja sama antara PT Barata Indonesia (Persero) dengan Siemens ini dilakukan dalam rangka mendukung dan mengantisipasi program pemerintah dalam pembangunan proyek pembangkit listrik 35 ribu Megawatt (MW).  Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang dilakukan PLN dengan Siemens di Jerman.

"Kita mesti memanfaatkan sebaik-baiknya program pembangunan pembangkit 35 ribu MW untuk meningkatkan kemampuan dalam negeri dalam hal teknologi pembangkit listrik. Kerja sama ini sangat strategis bagi PT Barata Indonesia (Persero) agar ke depannya Indonesia dapat memproduksi pembangkit listrik sendiri," kata Silmy Karim di Hotel Shangri La, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Guna percepatan penguasaan teknologi, PT Barata Indonesia (persero) dalam kerja sama dengan Siemens ini juga meliputi program capacity building SDM Barata melalui program internship serta pelatihan di bidang Engineering, Project Management, Quality, Management and Procurement.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Deputi Pertambangan Industri, Strategis, dan Media Kementerian BUMN Harry Sampoerno menyatakan Kementerian BUMN telah menugaskan PT Barata Indonesia (Persero) sebagai koordinator perusahaan-perusahaan BUMN  dalam program peningkatan lokal konten proyek pembangkit listrik 35 ribu MW.

"Ada 4 perusahaan BUMN yang berpartisipasi yaitu Barata, PINDAD, PAL, BBI. Dan Dalam hal ini Menteri BUMN menghendaki komponen lokal 75 persen," tegas ‎Harry.

Kerja sama ini seiring dengan rencana PT Barata Indonesia ke depan yaitu penajaman lini bisnis yang salah satunya adalah di bidang pembangkit listrik. "Barata harus mampu merespon keinginan Pemerintah dalam meningkatkan partisipasi lokal yang ujungnya adalah kemandirian", tambah dia. (Yas/Ahm)‎

Tag Terkait